Sunday, 29 Safar 1444 / 25 September 2022

Polisi: Coki Konsumsi Sabu Sejak Dua Tahun Lalu

Ahad 05 Sep 2021 00:29 WIB

Rep: Eva Rianti/ Red: Esthi Maharani

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus (kanan) menyaksikan komika Reza Pardede alias Coki Pardede

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus (kanan) menyaksikan komika Reza Pardede alias Coki Pardede

Foto: ANTARA/Muhammad Iqbal
Coki memperoleh sabu dari wanita berinisial WL

REPUBLIKA.CO.ID, TANGERANG – Komika Reza Pardede atau Coki Pardede telah ditetapkan sebagai tersangka kasus narkotika jenis sabu. Polisi mengungkap stand up comedian tersebut mengonsumsi sabu-sabu sekitar dua tahun yang lalu.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus mengatakan, Coki memperoleh barang haram tersebut dari rekannya, seorang wanita berinisial WL yang merupakan kru sejumlah publik figur. “Sudah sekitar dua tahun konsumsi sabu karena pengakuannya selama ini cuma memesan dari saudari WL,” ujar Yusri saat konferensi pers di Mapolres Metro Tangerang Kota, Sabtu (4/9).

Dia menjelaskan, Sabu yang dikonsumsi oleh Coki hanya didapatkan dari WL yang dalam kasus tersebut berperan sebagai kurir. WL sendiri diketahui pernah bekerja sebagai kru di beberapa production house (PH) atau rumah produksi dan mengenal banyak artis, termasuk komika.

“Dia (WL) pernah bekerja di beberapa PH. Apakah banyak mengenal pabrik figur? Ya,” ujar Yusri.  

Sementara itu, sabu yang diantar oleh WL kepada Coki diketahui berasal dari seorang pemasok berinisial RA. Ketiganya telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus tersebut.

Penangkapan terhadap ketiganya diketahui dilakukan pada waktu yang berbeda-beda. Terlebih dahulu WL yang diringkus pihak kepolisian pada Selasa (31/8) di kawasan Pesanggrahan, Jakarta Selatan. Lalu, Coki pada Rabu (1/9) di Pagedangan, Kabupaten Tangerang, dan lanjut penangkapan terhadap RA pada Jumat (3/9) di kawasan Karawaci, Kota Tangerang.

Coki bersama WL dan RA disangkakan Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman enam tahun penjara. Saat ini, pihak kepolisian tengah mendalami pemasok-pemasok lainnya di atas RA yang melancarkan aksi mengedarkan narkoba.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA