Friday, 11 Rabiul Awwal 1444 / 07 October 2022

Meski Zona Kuning, 635 Relawan Bantu Penanganan Covid-19

Sabtu 04 Sep 2021 14:35 WIB

Red: Hiru Muhammad

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi (kanan) menyaksikan petugas kesehatan menyuntikkan vaksin COVID-19 kepada penyandang disabilitas di Surabaya, Jawa Timur, Rabu (1/9/2021). Vaksinasi COVID-19 bagi penyandang disabilitas itu digelar sampai 3 September 2021 dengan menargetkan 900 penerima vaksin.

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi (kanan) menyaksikan petugas kesehatan menyuntikkan vaksin COVID-19 kepada penyandang disabilitas di Surabaya, Jawa Timur, Rabu (1/9/2021). Vaksinasi COVID-19 bagi penyandang disabilitas itu digelar sampai 3 September 2021 dengan menargetkan 900 penerima vaksin.

Foto: Antara/Didik Suhartono
Jumlah Relawan Surabaya Memanggil lebih dari 2.000 orang, namun hanya 635 yang aktif

REPUBLIKA.CO.ID, SURABAYA-- Sekitar 635 orang yang tergabung dalam Relawan Surabaya Memanggil tetap membantu pemerintah dalam penanganan Covid-19, meski Kota Surabaya, Jawa Timur, saat ini sudah masuk zona kuning. Koordinator Relawan Surabaya Memanggil Aryo Seno di Surabaya, Sabtu (4/9) mengatakan, Relawan Surabaya Memanggil berjumlah lebih dari 2.000 orang, namun hanya 635 relawan yang berstatus aktif."Sebanyak 635 relawan itu dibagi ke dalam delapan divisi yang mempunyai tugas masing-masing. Salah satunya, sebagai pengemudi ambulans yang bertugas mengantar jenazah Covid-19. Sedangkan relawan yang non-aktif itu bisa menjadi tenaga tambahan," katanya.

Menurut dia, para relawan aktif ada yang ditugaskan di Dinas Sosial Surabaya sebagai pengemudi ambulans, Rumah Sakit Lapangan tembak (RSLT), Asrama Haji, Krematorium, Puskesmas, dan Kecamatan."Lalu, ada yang menjadi runner oxygen, petugas percepatan vaksinasi, dan bertugas di tim sekretariat," ujarnya.

Seno mengatakan pihaknya merasa terharu atas perhatian dan kepedulian yang ditunjukkan Kota Surabaya kepada para relawan. Sebab, lanjut dia, apa yang dilakukan oleh Relawan Surabaya Memanggil, murni sebagai bentuk aksi kemanusiaan untuk membantu pemkot. Bahkan, lanjut dia, pihaknya tidak menyangka bahwa ada apresiasi dari Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi atas kegiatan sosial para relawan.

Apresiasi berupa piagam penghargaan dan paket sembako tersebut diberikan wali kota di Balai Kota Surabaya, Jumat (3/9)."Semoga energi ini terus bergulir dan bisa menjadi inspirasi di situasi kritis seperti yang kita hadapi kemarin," kata Seno.

Ayah dari Seno, Filipus Tedjo Baskoro menceritakan, awalnya ia sempat merasa was-was ketika anaknya menjadi bagian dari Relawan Surabaya Memanggil. Namun, ia percaya bahwa niat baik putranya itu akan mendapat perlindungan dari Tuhan. Apalagi, selama menjalankan tugas sebagai relawan, putranya selalu menerapkan protokol kesehatan."Sebagai orang tua, saya merasa bersyukur kepada Tuhan Yang Maha Esa karena kegiatan anak saya dan teman-temannya itu bisa berkontribusi untuk Kota Surabaya khususnya dalam penanganan pandemi Covid-19," ujarnya.

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi sebelumnya mengatakan, keberhasilan Kota Surabaya masuk dalam kategori PPKM Level 3 atau berada dalam zona kuning tidak lepas dari peran serta seluruh warga Surabaya, di antaranya adalah Relawan Surabaya Memanggil."Tidak mungkin Surabaya menjadi kota yang seperti sekarang ini, tidak mungkin Surabaya bisa bangkit dari keterpurukan," ujarnya.

Eri menyatakan, bahwa ini bukti kebersamaan, gotong-royong, dan bahu-membahu seluruh warga Surabaya dalam menanggulangi Covid-19. Ia yakin, upaya pemkot dan seluruh warga Kota Surabaya akan diijabah oleh Allah SWT.

 

sumber : antara
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA