Sunday, 4 Zulhijjah 1443 / 03 July 2022

Dua ABK Lompat dari Kapal China, KBRI: Sudah Dilindungi

Sabtu 04 Sep 2021 11:20 WIB

Red: Teguh Firmansyah

Direktur Perlindungan WNI dan BHI Kemenlu, Judha Nugraha.

Direktur Perlindungan WNI dan BHI Kemenlu, Judha Nugraha.

Foto: Antara
Dua ABK itu telah dilindungi di shelter KBRI di Muscat.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Dua anak buah kapal (ABK) warga negara Indonesia yang bekerja pada kapal ikan China berbendera Oman sudah dalam keadaan aman. Dua ABK itu telah dilindungi di tempat penampungan KBRI Muscat, Oman.

"Siap saat ini kedua ABK telah dilindungi di shelter KBRI Muscat," ujar Direktur Perlindungan WNI dan Badan Hukum Indonesia Kemenlu Judha Nugraha kepada Antara di Jakarta, Sabtu.

Baca Juga

Pihak KBRI, lanjut dia, juga telah berkomunikasi dengan pihak perusahaan untuk meminta pertanggungjawaban dan pemenuhan hak-hak para ABK.Sebelumnya, dua anak buah kapal yang bekerja pada kapal ikan China berbendera Oman dikabarkan terjun ke laut untuk menghindari diskriminasi dan dugaan ekploitasi yang dilakukan pemilik kapal.

Menurut pernyataan KBRI Muscat, keduanya nekat terjun dari Kapal dan berenang ke darat karena pemilik kapal melarang ABK keluar dari Kapal. KBRI Muscat mengatakan kedua WNI itu bernama Santo Tamba dan Kurnia diKBRI Muscat juga menyebutkan kedua ABK itu menerima gaji di bawah standar minimum pekerja di Oman.

 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA