Sabtu 04 Sep 2021 02:36 WIB

Inggris Bagikan Vaksin Covid ke Delegasi Pembicaraan Iklim

Konferensi Iklim akan berlangsung dari 31 Oktober hingga 12 November di Glasgow

Rep: Antara/ Red: Christiyaningsih
Vaksin AstraZeneca COVID-19 di Kelenteng Guru Nanak Gurdwara Sikh, pada hari pertama peluncuran Klinik Vaisakhi Vaisakhi, di Luton, Inggris.
Foto: APAlberto Pezzali
Vaksin AstraZeneca COVID-19 di Kelenteng Guru Nanak Gurdwara Sikh, pada hari pertama peluncuran Klinik Vaisakhi Vaisakhi, di Luton, Inggris.

REPUBLIKA.CO.ID, LONDON - Inggris telah mulai mengirimkan vaksin Covid-19 kepada para delegasi yang akan menghadiri konferensi iklim global COP26, yang berlangsung di negara itu pada Oktober. Vaksin itu dikirimkan kepada delegasi yang tidak dapat mendapatkannya di negara mereka.

Kelompok dosis pertama vaksin akan dikirimkan pekan depan. Konferensi COP26, yang ditunda tahun lalu, berlangsung dari 31 Oktober hingga 12 November di Glasgow. 

Baca Juga

Biasanya delegasi dari lebih dari 190 negara menghadiri pembicaraan tahunan. Akan tetapi karena banyak negara masih bergulat dengan virus corona baru, pakar iklim dan kesehatan mengatakan negara-negara miskin yang berjuang untuk mengakses vaksin Covid-19 kemungkinan akan kesulitan mengirim delegasi.

"Vaksin dikirim dan vaksinasi akan dimulai pekan depan dan hingga pertengahan September sebelum suntikan kedua diberikan pada Oktober, jauh sebelum COP26," kata utusan COP26 Inggris John Murton di Twitter, Jumat (3/9).

Dia tidak merinci ke mana vaksin akan dikirim atau berapa banyak yang dikirim. Inggris pada Juni mengatakan akan menawarkan vaksin kepada mereka yang membutuhkannya. Namun, beberapa kelompok masyarakat sipil sejak itu menyuarakan keprihatinan bahwa waktu hampir habis untuk menyelesaikan dua suntikan yang akan diberikan sebelum konferensi dimulai.

Konferensi COP26 bertujuan untuk memacu komitmen yang lebih ambisius oleh negara-negara untuk mencapai emisi nol bersih pada 2050 dan menjaga kenaikan suhu rata-rata global jauh di bawah dua derajat Celcius selama abad ini, sejalan dengan kesepakatan iklim Paris 2015.

sumber : Reuters
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement