Tuesday, 16 Rajab 1444 / 07 February 2023

Serangan Hama Tikus di Tapanuli Selatan Meluas

Rabu 01 Sep 2021 14:56 WIB

Red: Ani Nursalikah

Serangan Hama Tikus di Tapanuli Selatan Meluas. Petani menunjukkan lubang tikus di areal persawahan.

Serangan Hama Tikus di Tapanuli Selatan Meluas. Petani menunjukkan lubang tikus di areal persawahan.

Foto: Antara/Basri Marzuki
Diperkirakan kerusakan mencapai lebih dari 40 hektare lahan sawah.

REPUBLIKA.CO.ID, SIPIROK -- Serangan hama tikus di Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumatra Utara semakin meluas. Saat ini diperkirakan kerusakan sudah mencapai lebih dari 40 hektare lahan sawah.

"Padi sawah seluas itu mulai rusak ringan hingga berat karena seangan hama tikus," kata Petugas Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT)-Petugas Hama Penyakit (PHP) Kecamatan Angkola Muaratais - Batang Angkola, Ali Husni, Rabu (1/9).

Baca Juga

Ia merinci lahan sawah padi rusak berat dan ringan sementara di Kecamatan Angkola Muaratais lebih kurang 34,5 hektare. Di Kecamatan Batang Angkola sekitar 8,5 hektare lahan rusak.

"Upaya kita lakukan saat ini kegiatan pengendalian organisme pengganggu tumbuhan (OPT) tikus dengan pengumpanan dan sanitasi seperti di Desa Sipangko, Angkola Muaratais," katanya.

Turut terlibat dalam pengendalian OPT tikus tersebut pihak BPP Huta Holbung, POPT-PHP, PPL, KTNA dan anggota kelompok tani dan brigade Tapsel UPT BPTPH 1 medan Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Medan. "Pekan ini kita juga akan melakukan kegiatan gropyokan dengan berburu hama tikus secara massal," kata Ali Husni.

Aksi perburuan (gropyokan) hama tikus dilakukan setelah hasil musyawarah antara POPT-PHP, BPP Huta Holbung, PPL bersama Kelompok Tani dan akan melibatkan warga petani lokasi masing-masing. "Kegiatan gropyokan nantinya diharap dapat meminimalisir serangan hama tikus yang juga merusak mata pencarian masyarakat sebagai petani sawah," katanya.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA