Rabu 01 Sep 2021 11:40 WIB

WHO Pantau Kemunculan Varian Baru Covid-19 Asal Kolombia

WHO tengah memantau varian virus corona baru yang dikenal sebagai Mu

Rep: Rizky Suryarandika/ Red: Christiyaningsih
virus corona (ilustrasi).
Foto: www.freepik.com
virus corona (ilustrasi).

REPUBLIKA.CO.ID, JENEWA -- Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) tengah memantau varian virus corona baru yang dikenal sebagai Mu. Varian ini pertama kali diidentifikasi di Kolombia pada Januari lalu.

Mu, yang secara ilmiah dikenal sebagai B.1.621, telah diklasifikasikan sebagai variant of interest menurut WHO dalam buletin pandemi mingguannya. WHO mengatakan varian tersebut memiliki mutasi yang menunjukkan risiko resistensi terhadap vaksin dan menekankan bahwa penelitian lebih lanjut diperlukan untuk lebih memahaminya.

Baca Juga

"Varian Mu memiliki konstelasi mutasi yang menunjukkan sifat potensial untuk lolos dari kekebalan," tulis buletin WHO dilansir AFP pada Rabu (1/9).

Ada kekhawatiran atas munculnya mutasi virus baru karena tingkat infeksi kembali meningkat secara global akibat varian Delta yang sangat menular. Infeksi meningkat terutama di wilayah dengan tingkat vaksinasi rendah.

Semua virus, termasuk SARS-CoV-2, bermutasi dari waktu ke waktu. Sebagian besar mutasi memiliki sedikit atau tidak berpengaruh pada sifat virus. Namun mutasi tertentu dapat memengaruhi sifat virus dan memengaruhi seberapa mudah virus itu menyebar, tingkat keparahan penyakit yang ditimbulkannya, dan ketahanannya terhadap vaksin, obat-obatan, dan tindakan pencegahan lainnya.

WHO saat ini mengidentifikasi empat varian Covid-19 yang menjadi perhatian, termasuk Alpha, yang hadir di 193 negara, dan Delta, yang hadir di 170 negara. WHO mengklaim lima varian, termasuk Mu, harus dipantau.

Setelah terdeteksi di Kolombia, Mu telah dilaporkan di negara-negara Amerika Selatan lainnya dan di Eropa. WHO mengatakan prevalensi globalnya telah menurun hingga di bawah 0,1 persen di antara kasus-kasus berurutan. Di Kolombia, tingkat prevalensi adalah 39 persen.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement