Saturday, 15 Muharram 1444 / 13 August 2022

Temui Dubes RI, Delegasi Ethiopia Ingin Belajar Pariwisata

Selasa 31 Aug 2021 21:19 WIB

Red: Yeyen Rostiyani

Duta Besar RI untuk Ethiopia, Djibouti dan Uni Afrika, Al Busyra Basnur (ketiga dari kanan) bersama enam orang anggota delegasi pariwisata Ethiopia, Selasa (31/8).

Duta Besar RI untuk Ethiopia, Djibouti dan Uni Afrika, Al Busyra Basnur (ketiga dari kanan) bersama enam orang anggota delegasi pariwisata Ethiopia, Selasa (31/8).

Foto: Dokumentasi KBRI Addis Ababa
Ethiopia merasa perlu belajar banyak dari Indonesia tentang pariwisata.

REPUBLIKA.CO.ID, ADDIS ABABA -- Ethiopia memang tidak memiliki wilayah laut. Namun, negeri di Afrika ini banyak kesamaan dengan Indonesia dalam hal potensi pariwisata. Dalam pengembangan potensi itu, Ethiopia merasa perlu belajar banyak dari Indonesia yang maju dalam pariwisata. 

Untuk mewujudkan keinginan itu, Lelise Duga Jabessa, Komisioner Pariwisata Oramia, sebuah negara bagian terbesar di Ethioipia, mengadakan pertemuan dengan Duta Besar (Dubes) RI untuk Ethiopia, Djibouti dan Uni Afrika, Al Busyra Basnur, di kediaman Dubes RI Addis Ababa Selasa (31/8). Delegasi terdiri dari enam orang.

Pada pertemuan dalam bentuk working lunch itu, Al Busyra menjelaskan perkembangan, kemajuan dan tantangan yang dihadapi pariwisata Indonesia. Ia juga menjelaskan bahwa Indonesia dengan senang hati berbagi pengalaman dengan Ethiopia, khususnya negara bagian Oromia dalam hal memajukan pariwisata.

Negara bagian Oromia adalah negara bagian dengan luas dan penduduk terbesar di Ethiopia yang memiliki sangat banyak tujuan wisata menarik. Tujuan wisata itu terletak di gunung, perbukitan, danau, sungai dan tempat-tempat bersejarah.

Pertemuan Al Busyra dengan Lelise, Komisioner Pariwisata negara bagian Oromia itu sepakat untuk menyelenggarakan seminar dan pelatihan secara hybrid tentang tukar pengalaman Indonesia dengan Ethiopia mengenai pariwisata.

“Seminar akan diselenggarakan 24-26 September di KBRI Addis Ababa. Pembicara dari Indonesia berasal dari kalangan pemerintah, pengamat dan pelaku pariwisata,” kata Al Busyra.

 

 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA