Tuesday, 11 Muharram 1444 / 09 August 2022

Kiat Korporasi Pulihkan Bisnis Pariwisata di Masa Pandemi

Selasa 31 Aug 2021 18:34 WIB

Red: Hiru Muhammad

Kosongnya objek wisata imbas PPKM di Tebing Breksi, Sleman, Yogyakarta, Rabu (4/8). Selama penerapan PPKM Darurat objek wisata Tebing Breksi tutup. Untuk mengisi waktu pengelola melakukan perbaikan beberapa fasilitas penunjang wisatawan. Menurut Gabungan Industri Pariwisata Indonesia (GIPI) DIY kerugian yang ditanggung oleh pengelola wisata mencapai Rp 10 triliun selama pandemi Covid-19. Kerugian ini belum termasuk bisnis turunan yang mendukung sektor wisata.

Kosongnya objek wisata imbas PPKM di Tebing Breksi, Sleman, Yogyakarta, Rabu (4/8). Selama penerapan PPKM Darurat objek wisata Tebing Breksi tutup. Untuk mengisi waktu pengelola melakukan perbaikan beberapa fasilitas penunjang wisatawan. Menurut Gabungan Industri Pariwisata Indonesia (GIPI) DIY kerugian yang ditanggung oleh pengelola wisata mencapai Rp 10 triliun selama pandemi Covid-19. Kerugian ini belum termasuk bisnis turunan yang mendukung sektor wisata.

Foto: Wihdan Hidayat / Republika
Perlunya terobosan baru pemanfaatan peluang dengan meluncurkan serangkaian inovasi.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA-- Pandemi Covid-19 telah memberikan efek domino bagi sektor ekonomi yang memberikan ketidakpastian nasional dan global. Karena itu dibutuhkan strategi yang tepat dan cepat guna memulihkan kondisi  agar kembali berjalan seperti semula. 

Salah satu sektor yang terpuluk akibat pandemi ini adalah bisnis pariwisata. rata-rata tingkat hunian yang turun signifikan. Pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2020 terkontraksi cukup dalam. Pada tahun 2020 Indonesia mencatat penurunan PDB sebesar -2,07 persen, yang sebagian besar disebabkan Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB).

Karena itu diperlukan terobosan baru seperti pemanfaatan peluang dengan meluncurkan serangkaian inovasi, produk dan layanan. "Sepanjang 2020, Sahid tetap tangguh dalam Governance, Risk, and Compliance, Tangguh melakukan berbagai inovasi produk dan digitalisasi layanan dan tangguh dalam menjaga profitabilitas," kata Ratri S. Wakeling, Wakil Presiden Direktur PT Hotel Sahid Jaya International Tbk (HSJI), dalam keterangan tertulisnya, Senin (30/8). 

Dalam menghadapi tantangan berat tersebut pihaknya fokus pada empat pilar utama yang dinamakan #SahidTangguh. , Meliputi inovasi produk, perbaikan berkelanjutan, optimalisasi pelayanan dan ketahanan lingkungan.  Seperti  melakukan inovasi fungsi ruang dan membuka kolaborasi dengan pihak ketiga untuk membuat optimalisasi penggunaan ruangan pada aset properti. Termasuk renovasi sejumlah ruangan, kafe, kamar dan lainnya. Masalah kebersihan dan interaksi nirsentuh menjadi prioritas  melalui solusi e-Concierge. Dengan menggunakan aplikasi seluler ini, para tamu akan dapat memesan layanan di hotel secara contactless.

Dengan upaya perbaikan tersebut diharapkan  performa Perseroan perlahan pulih selama semester pertama 2021. Berbagai kerja sama juga dilakukan seperti berkolaborasi dengan berbagai maskapai penerbangan, Sahid Hotels & Resorts juga akan meluncurkan berbagai promosi menarik bundling Fly & Stay. "Kami berharap dapat mempertahankan growth trajectory saat ini dan menutup 2021 dengan pertumbuhan pendapatan 51 persen lebih kuat dibandingkan dengan periode 2020,"katanya. 

 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA