Monday, 15 Syawwal 1443 / 16 May 2022

Tafsir Allah Bersumpah untuk Tin, Zaitun, dan Gunung SInai

Selasa 31 Aug 2021 16:11 WIB

Rep: Ali Yusuf/ Red: Muhammad Hafil

Tafsir Allah Bersum;ah untuk Tin, Zaitun, dan Gunung. Foto: Amal baik karena Allah SWT (ilustrasi)

Tafsir Allah Bersum;ah untuk Tin, Zaitun, dan Gunung. Foto: Amal baik karena Allah SWT (ilustrasi)

Foto: republika
Allah bersumpahpah atas bana Tin, Zaitun, dan Gunung

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA--Dalam surat At-Tin Allah SWT telah bersumpah atas nama buah Tin, Zaitun dan Gunung Sinai. Kenapa Allah SWT bersumpah atas nama itu?

Prof Buya Hamka menjelaskan, sumpah atas nama buah Tin diabadikan dalam ayat  pertama; "Demi buah tin, demi buah zaitun."

Baca Juga

Terdapat berbagai tafsiran dan menurut Mujahid dan Hasan, kedua buah-buahan itu diambil jadi sumpah oleh Tuhan untuk diperhatikan.

"Buah Tin diambil sumpah karena dia buah yang terkenal untuk dimakan. Sementara buah Zaitun karena dia dapat ditempa dan diambil minyaknya," tulis Prof  Buya Hamka.

Menurut Qatadah: Tin adalah nama sebuah bukit di Damaskus dan Zaitun nama pula dari sebuah bukit di Baitul Maqdis. Tandanya kedua negeri itu penting untuk diperhatikan.

Dan menurut sebuah riwayat pula, yang diterima dari lbnu Abbas, "Tin adalah mesjid yang bermula didirikan oleh Nuh di atas gunung al-Judi, dan Zaitun adalah Baitul Maqdis."

Banyak ahli tafsir cenderung menyatakan bahwa kepentingan kedua buah buahan

itu sendirilah yahg menyebabkan keduanya diambil jadi sumpah. Buah Tin adalah buah yang lunak lembut, kemat, hampir berdekatan rasanya dengan buah serikaya yang tumbuh di Indonesian banyak sekali tumbuh di Pulau Sumbawa.

"Zaitun masyhur karena minyaknya," katanya.

Tetapi terdapat lagi tafsir yang lain menyatakan bahwa buah Tin dan Zaitun itu banyak sekali tumbuh di Palestina. Di dekat Jerusalem pun ada sebuah bukit yang bemama Bukit Zaitun, karena di sana memang banyak tumbuh pohon zaitun itu.

Menurut kepercayaan dari bukit itulah Nabi Isa Almasih mi'raj ke langit. Demi gunung Sinai." (ayat2). Di ayat ini disebut namanya Thurisinina, disebut juga Thursina, disebut juga Sinai dan disebut juga Thur saja. Kita kenal sekarang dengan sebutan Semenanjung Sinai.

 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA