Tuesday, 12 Jumadil Awwal 1444 / 06 December 2022

Badai Ida Padamkan Listrik Seluruh New Orleans

Senin 30 Aug 2021 10:08 WIB

Rep: Lintar Satria/ Red: Christiyaningsih

 Sejumlah bangunan rusak akibat badai. Perusahaan listrik Entergy mengonfirmasi tak ada listrik di New Orleans akibat badai. Ilustrasi.

Sejumlah bangunan rusak akibat badai. Perusahaan listrik Entergy mengonfirmasi tak ada listrik di New Orleans akibat badai. Ilustrasi.

Foto: AP/Thomas Frey/DPA
Perusahaan listrik Entergy mengonfirmasi tak ada listrik di New Orleans akibat badai.

REPUBLIKA.CO.ID, NEW ORLEANS -- Pemerintah New Orleans mengatakan, badai Ida memadamkan listrik seluruh kota. Listrik padam beberapa jam usai badai terkuat yang pernah menghantam Amerika Serikat (AS) tersebut mendarat di New Orleans.

Melalui Twitter, pada Senin (30/8) kantor Persiapan Kedaruratan dan Keamanan Dalam Negeri mengatakan perusahaan listrik Entergy mengonfirmasi tidak ada listrik di New Orleans. Satu-satunya listrik di kota itu berasal dari generator.

Baca Juga

Pesan tersebut memasukkan foto yang menyebutkan pemadaman disebabkan 'kerusakan sangat parah pada transmisi'. Badan Cuaca Nasional AS mengatakan Ida datang sebagai badai Kategori 4 lalu melemah menjadi Kategori 3 dengan mempertahankan kecepatan angin sekitar 193 kilometer per jam ke arah barat New Orleans. Ida jatuh di Lousiana satu hari sebelumnya dengan kekuatan angin 240 kilometer per jam.

Badai Ida menghancurkan atap-atap rumah warga dan memicu banjir di permukiman sekitar pantai dengan badai yang sangat kuat. Badai Ida tiba di tanggal yang sama ketika badai Katrina menghantam Mississippi 16 tahun yang lalu.  

Badai Ida adalah salah satu badai terkuat yang pernah menghantam AS. Pasang air laut menutupi pinggir Grand Isle saat badai itu tiba di sebelah barat Port Fourchon. Ida melakukan pendaratan kedua dua jam kemudiaan di dekat Galliano.

Baca juga : Mualaf Usai Ditahan Taliban, Yvonne Lawan Stereotip

Badai itu bergolak melalui sebelah selatan lahan basah Louisiana yang dihuni lebih dari dua juta orang lalu bergerak ke sekitar New Orleans dan Baton Rouge. "Ini akan lebih kuat dari yang biasanya kami lihat dan sejujurnya jika Anda harus menyusun jalur kemungkinan terburuk di Louisiana, mungkin gambarnya akan sangat, sangat dekat dengan apa yang kami lihat," kata Gubernur Louisiana, John Bel Edwards.

sumber : AP
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA