Tuesday, 12 Jumadil Awwal 1444 / 06 December 2022

Intelijen AS: Asal Usul Corona Mungkin tak akan Ketahuan

Sabtu 28 Aug 2021 09:42 WIB

Rep: Puti Almas/ Red: Reiny Dwinanda

Ilustrasi penyebaran virus corona tipe baru, SARS-CoV-2. Virus penyebab Covid-19 ini pertama kali ditemukan di China pada akhir 2019 lalu menyebar luas dan cepat menjadi pandemi.

Ilustrasi penyebaran virus corona tipe baru, SARS-CoV-2. Virus penyebab Covid-19 ini pertama kali ditemukan di China pada akhir 2019 lalu menyebar luas dan cepat menjadi pandemi.

Foto: MgIT03
Komunitas intelijen AS menilai asal usul corona mungkin tak akan teridentifikasi.

REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON — Intelligence Community (IC) Amerika Serikat menilai bahwa asal usul SARS-CoV-2 mungkin tidak akan pernah dapat diidentifikasi secara pasti. Infeksi virus corona jenis baru itu merupakan penyebab Covid-19 yang menjadi pandemi dunia sejak tahun lalu.

photo
Petugas keamanan mencoba mencegah fotografer mengambil gambar Institut Virologi Wuhan (WIV), Wuhan, China, 27 January 2021. Sebuah laporan yang diperoleh Amerika Serikat menyebut bahwa kepala lab mengirimkan e-mail kepada stafnya berisi larangan membicarakan virus corona di muka publik. - (EPA)

Hal tersebut dinyatakan oleh IC, komunitas intelijen yang ditugaskan oleh Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden, pada Jumat (27/8). Asal usul SARS-CoV-2 telah menjadi subjek pengawasan dunia yang ketat. Terdapat sejumlah spekulasi mengenai pandemi yang mungkin dipicu oleh kebocoran virus dari laboratorium virologi di Wuhan, sesuatu yang telah dibantah dengan sengit oleh China.

Baca Juga

Pada Mei, Biden memberi arahan kepada 17 badan intelijen utama Amerika. Dari sana, terbentuk IC yang diharapkan dapat memberi laporan tentang asal usul Covid-19 dalam waktu 90 hari.

"IC menilai tidak akan dapat memberi penjelasan yang lebih pasti tentang asal usul Covid-19," ujar IC dalam sebuah pernyataan, dilansir ANI News pada Sabtu (28/8).

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA