Thursday, 7 Jumadil Awwal 1444 / 01 December 2022

Depok Luncurkan Layanan Vaksinasi Jemput Warga

Jumat 27 Aug 2021 20:25 WIB

Rep: Rusdy Nurdiansyah/ Red: A.Syalaby Ichsan

 Seorang dokter menyiapkan dosis vaksin AstraZeneca COVID-19 selama vaksinasi massal di Rumah Sakit Universitas Indonesia (RSUI), Depok Jawa Barat, Jumat (20/8). Indonesia telah mencatat lebih dari 3.930.000 kasus penyakit coronavirus (COVID-19) dengan lebih dari 123.000 kematian sejak awal pandemi.

Seorang dokter menyiapkan dosis vaksin AstraZeneca COVID-19 selama vaksinasi massal di Rumah Sakit Universitas Indonesia (RSUI), Depok Jawa Barat, Jumat (20/8). Indonesia telah mencatat lebih dari 3.930.000 kasus penyakit coronavirus (COVID-19) dengan lebih dari 123.000 kematian sejak awal pandemi.

Foto: EPA-EFE/Bagus Indahono
Pemkot Depok menargetkan sebanyak 6.300 warga dapat dilakukan vaksinasi

REPUBLIKA.CO.ID, DEPOK--Pemerintah Kota (Pemkot) Depok meluncurkan program Depok Vaksinasi Jemput Warga (D’Vajar) di RSUI Depok, Jumat (27/8). Pemkot Depok menargetkan sebanyak 6.300 warga dapat dilakukan vaksinasi. Program ini sudah berlangsung sejak awal Agustus hingga November 2021. 

"Memberikan kemudahan bagi warga yang kesulitan dalam mendaftar melalui aplikasi serta memfasilitasi warga yang tidak memiliki kendaaraan," ujar Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Sosial Sekertaris Daerah (Sekda) Kota Depok, Sri Utomo.
 
Menurut Sri, dalam program tersebut, Pemkot Depok menargetkan sebanyak 6.300 warga dapat dilakukan vaksinasi. Program ini sudah berlangsung sejak awal Agustus hingga November 2021. "Program D’Vajar ini melibatkan 63 kelurahan dan 11 kecamatan di Kota Depok sehingga diharapkan seluruh warga Kota Depok semuanya sudah mendapatkan vaksin Covid-19 untuk mencegah kenaikan kasus Covid-19," jelasnya.
 
Pihaknya, lanjut Sri, juga mengucapkan terima kasih kepada RSUI, Yayasan Wings Peduli dan PT Blue Bird yang ikut menyiapkan kendaraan untuk jemput warga ikut vaksinasi. Program D’Vajar berlaku untuk warga negara Indonesia (WNI) dengan usia minimal 18 tahun dan diprioritaskan untuk warga yang tidak dapat mengakses aplikasi. Warga yang telah terdaftar di kelurahan setempat akan dijemput dengan armada bus yang telah disiapkan oleh PT Blue Bird Tbk dan diantar ke RSUI untuk mendapatkan vaksin Covid-19.
 
Direktur Utama RSUI, dr Astuti Giantini sangat mengapresiasi adanya program D’Vajar yang tentu sangat membantu sekali dalam percepatan target vaksinasi Covid-19 di Indonesia. Mengingat banyak warga yang belum divaksin kerena mungkin keterbatasan fasilitas ataupun kendaraan sehingga program D’Vajar memudahkan masyarakat untuk datang ke RSUI. 
 
"Sebagai penyedia fasilitas kesehatan yang melakukan vaksinasi, kami sudah menyiapkan vaksinator dan tenaga kesehatan lainnya untuk mendukung program tersebut. Khusus untuk program D’Vajar kami menyiapkan pelaksanaan vaksinasi di Gedung Parkir Lt. 1 RSUI," terangnya.
 
Dia menambahkan, terdapat sebuah kontainer khusus yang diberi nama vaccination center persembahan dari Yayasan Wings Peduli yang digunakan untuk pelaksanaan vaksinasi bagi para peserta D’Vajar. "Jadi mereka tidak tercampur dengan peserta vaksin umum lainnya sehingga membuat mereka lebih nyaman," tutur Astuti.
 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA