Friday, 25 Jumadil Akhir 1443 / 28 January 2022

2.400 Pelajar SMA/SMK di NTT Sudah Divaksin Covid-19

Jumat 27 Aug 2021 10:33 WIB

Red: Agus raharjo

Seorang pelajar menunjukkan kartu vaksin COVID-19 di SMA Negeri 4, Kota Gorontalo, Gorontalo, Kamis (26/8/2021). (Ilustrasi)

Seorang pelajar menunjukkan kartu vaksin COVID-19 di SMA Negeri 4, Kota Gorontalo, Gorontalo, Kamis (26/8/2021). (Ilustrasi)

Foto: ANTARA/Adiwinata Solihin
Kegiatan belajar tatap muka di NTT juga sudah berjalan sembari vaksinasi dilakukan.

REPUBLIKA.CO.ID, KUPANG--Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) mencatat sedikitnya 2.400 pelajar sekolah tingkat SMA/SMK di provinsi setempat telah menjalani vaksinasi Covid-19. "Vaksinasi untuk pelajar terus berprogres, terakhir bertambah 100 orang sehingga total sudah sekitar 2.400 pelajar yang divaksin," kata Kepala Disdikbud NTT Linus Lusi ketika dihubungi di Kupang, Jumat (27/8).

Ia mengatakan hal itu berkaitan pelaksanaan vaksinasi Covid-19 untuk kalangan pelajar sekolah tingkat SMA/SMK di NTT. Linus Lusi mengatakan pelaksanaan vaksinasi bagi pelajar terus berkembang di lapangan sesuai dengan kondisi di setiap daerah. Pihaknya akan terus mengikuti mengawal dan mendata secara terpadu pelaksanaan vaksinasi para pelajar.

Sementara itu vaksinasi untuk para guru atau tenaga pendidikan, kata dia mengikuti kondisi di masing-masing kabupaten/kota di bawah koordinasi Dinas Kesehatan setempat. Linus Lusi mengatakan sembari vaksinasi berjalan, kegiatan belajar tatap muka pada SMA/SMK di NTT juga sudah berjalan dalam kategori pembatasan mencakup durasi waktu, jumlah pelajar di kelas, dan penyederahaan kurikulum.

Jumlah siswa yang mengikuti belajar tatap muka pada setiap rombongan belajar, kata dia berkisar 5-8 orang dengan tetap menerapkan protokol kesehatan secara ketat. "Jadi bertahap sampai semua siswa dalam satu rombongan belajar dengan jumlah maskimal 36 orang terlayani semua," katanya.

Ia menmbahkan kegiatan belajar tatap muka ini dijalankan SMA/SMK di daerah yang menjalani program Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 1-3. Sementara sekolah yang di daerah PPPKM level 4 seperti Kota Kupang, Kabupaten Ende, dan Kabupaten Sumba Timur menjalani kegiatan belajar mengajar dalam jaringan (daring).

sumber : Antara
Yuk koleksi buku bacaan berkualitas dari buku Republika ...
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA