Jumat 27 Aug 2021 01:29 WIB

BI: Bali Peringkat Ketujuh Jumlah Merchant QRIS Tertinggi

Peringkat pertama jumlah merchant QRIS tertinggi di Indonesia yakni Jawa Barat.

Pembeli membayar dengan metode scan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) (ilustrasi).
Foto: ANTARA/Akbar Nugroho Gumay
Pembeli membayar dengan metode scan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) (ilustrasi).

REPUBLIKA.CO.ID, DENPASAR -- Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali mencatat saat ini Bali dengan sebanyak 276.776 merchant yang telah menggunakan Quick Response Code Indonesian Standard, telah menempatkannya sebagai daerah dengan peringkat ketujuh pengguna QRIS tertinggi di Tanah Air.

"Kita patut berbangga, meskipun penduduk Bali tidak begitu besar atau sekitar 4,3 juta jiwa, tetapi penggunaan QRIS untuk merchant di Bali berkembang cukup pesat," kata Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali Trisno Nugroho di Sanur, Kota Denpasar, Kamis (26/8).

Trisno saat membuka Capacity Building Media bertajuk Sistem Pembayaran Non-Tunai itu menyampaikan pertumbuhan QRIS di Provinsi Bali hingga 20 Agustus 2021 yang mencapai 58 persen (ytd) juga berada di atas nasional yang sebesar 55 persen (ytd).

Berdasarkan posisi hingga 20 Agustus 2021, adapun dari peringkat 1 hingga 10 jumlah merchant QRIS tertinggi di Tanah Air yakni Provinsi Jawa Barat, DKI Jakarta, Jawa Timur, Jawa Tengah, Banten, Sumatera Utara, Bali, Sulawesi Selatan, Daerah Istimewa Yogyakarta dan Sumatera Selatan.

"Target kita di Bali, hingga akhir 2021 ini dapat tercapai 363.100 merchant yang menggunakan QRIS. Saat ini mayoritas atau sebesar 49 persen (130.124 merchant) berada di Kota Denpasar," ucapnya.

Pada Juli 2021, nominal transaksi QRIS di Provinsi Bali mencapai Rp 43,54 miliar dengan volume transaksi sebanyak 570 ribu transaksi.Pihaknya mencatat sepanjang 2021 ini, rata-rata nominal transaksi penggunaan QRIS setiap bulannya sebanyak Rp30 miliar dengan rata-rata transaksi sebanyak 376 ribu transaksi.

 

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement