Thursday, 3 Rabiul Awwal 1444 / 29 September 2022

BPH UMJ: Pemimpin yang Lahir di Masa Krisis Lebih Berhasil

Kamis 26 Aug 2021 18:06 WIB

Red: Hiru Muhammad

Menko PMK, Prof. Dr. Muhadjir Effendy menekankan pentingnya seorang pemimpin agar memimpin lembaganya dengan ketulusan.

Menko PMK, Prof. Dr. Muhadjir Effendy menekankan pentingnya seorang pemimpin agar memimpin lembaganya dengan ketulusan.

Foto: istimewa
UMJ akan mulai menerapkan system keuangan dan pembiayan yang lebih efisien

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA--Seorang pemimpin yang lahir di masa krisis akan lebih kelihatan keberhasilannya dibandingkan dengan pemimpin yang mendapatkan banyak harta warisan. Karena dari situlah akan kelihatan kesungguhan orang itu ketika menjadi pemimpin, dari sana juga akan terlihat the genuine of our motivation and our competence of the leadership. 

Pemimpin harus berfikir luas dan luwes, dalam artian memiliki wawasan dan pergaulan yang luas sehingga tidak berfikiran sempit (narrow minded), juga harus luwes (fleksibel) tidak terlalu kaku dalam menerapkan aturan demi kemaslahatan bersama.  Harapan tersebut disampaikan Ketua Badan Pembina Harian (BPH) UMJ, Prof. Dr. Abdul Mu’ti dalam acara pelantikan Wakil Rektor Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ) Periode 2021-2025, Rabu (25/8) lalu di kampus UMJ.

Wakil Rektor yang dilantik adalah Muhammad Hadi (Warek 1), Mutmainah (Warek 2), Rini Fatma Kartika (Warek 3), dan Septa Candra (Warek 4). Acara ini dihadiri  sekitar 40 pimpinan di lingkungan UMJ, hadir juga Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Manusia dan Kebudayaan (PMK), Prof. Dr. Muhadjir Effendy, dan Wakil Ketua Majelis Diktilitbang PP. Muhammadiyah Prof. Dr. Edy Suandi Hamid yang hadir secara virtual dari Yogyakarta. 

Abdul Mu’ti juga menambahkan saat ini UMJ akan mulai menerapkan system keuangan dan pembiayan yang lebih efisien agar UMJ dapat lebih maju dan sehat. “BPH dan Rektor sudah selesai menyusun program keuangan dan SDM yang dikenal dengan system RESMI (Rasionalisasi, Efisiensi, Sentralisasi, Meritokrasi, Innovative). Saat ini UMJ harus mulai membangun universitas, bukan konfederasi antar fakultas. Manajemen yang akan diterapkan di UMJ ke depan bersifat Akuntabel, Simpel, Inklusif, Komprehensif (ASIK)”, kata Mu’ti yang juga Sekretaris Umum PP. Muhammadiyah ini.

Rektor Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ), Dr Ma’mun Murod, berharap agar ke depan UMJ dapat lebih dinamis dan dapat bersinergi dengan kampus-kampus lainnya dalam mengembangkan program-program akademik.

Dari ruang zoom Wakil Ketua Majelis Diktilitbang PP. Muhammadiyah Prof. Dr. Edy Suandi Hamid menekankan agar para pemimpin di lingkungan universitas saat ini harus mau belajar lagi dalam menghadapi banyaknya regulasi yang berubah di dunia pendidikan tinggi karena sesuai dengan kemajuan era teknologi informasi.

Menko PMK, Prof. Dr. Muhadjir Effendy menekankan pentingnya seorang pemimpin agar memimpin lembaganya dengan ketulusan. “Menjadi pemimpin harus banyak memperluas jaringan dengan para tokoh dan lembaga lainnya agar dimudahkan oleh Allah dalam memperoleh bantuan guna pengembangan pendidikan tinggi”, kata Muhadjir yang pernah menjadi Rektor Universitas Muhammadiyah Malang selama 16 tahun ini.

 

Silakan akses epaper Republika di sini Epaper Republika ...
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA