Saturday, 26 Zulqaidah 1443 / 25 June 2022

Imam Kanada Janjikan Umroh untuk Muslim yang Vaksinasi

Kamis 26 Aug 2021 17:50 WIB

Rep: Dea Alvi Soraya/ Red: Muhammad Hafil

Imam Kanada Janjikan Umroh untuk Muslim yang Vaksinasi. Foto:   Vaksin Covid-19 (ilustrasi)

Imam Kanada Janjikan Umroh untuk Muslim yang Vaksinasi. Foto: Vaksin Covid-19 (ilustrasi)

Foto: Pixabay
Muslim Kanada yang vaksinasi dijanjikan umroh.

REPUBLIKA.CO.ID,OTTAWA—Para imam Kanada mendesak seluruh Muslim untuk melakukan vaksinasi sebagai bentuk perlindungan diri dan orang lain dari Covid-19. Dua puluh lima pemimpin agama telah mengeluarkan himbauan dan pernyataan yang seragam, merujuk pada bukti ilmiah yang telah teruji tentang efektivitas vaksin. 

Kelompok imam itu mengatakan bahwa menghindari dan menolak vaksinasi, kecuali mereka yang tidak disarankan vaksin oleh ahli medis, dapat membahayakan nyawa dan bertentangan dengan ajaran Islam. Semakin ganasnya varian Covid-19 membuat kurva angka infeksi dan kematian semakin tinggi, dan vaksinasi adalah solusi untuk menekannya. 

Baca Juga

Dewan Tertinggi Islam Kanada, sebuah organisasi yang berbasis di Calgary, mengadakan undian untuk mendorong vaksinasi. Setiap Muslim Kanada yang telah menerima vaksin lengkap, dosis pertama dan kedua, antara 1 Agustus hingga 31 Oktober berhak mengikuti undian untuk memenangkan dua tiket umrah. 

"Kami sangat mendesak Muslim Kanada yang tidak divaksinasi (jika ada yang tersisa) untuk divaksinasi. Ini tentu akan membantu menyelamatkan nyawa,” kata para imam dalam pernyataan yang dikutip di CBC, Kamis (26/8). 

Sementara itu, untuk mendorong kampanye vaksinasi untuk individu berusia 12 tahun hingga 17 tahun, Kementerian Pendidikan Saudi meminta seluruh siswa berusia di atas 12 tahun untuk segera menyelesaikan vaksinasi mereka agar dapat segera kembali ke sekolah. Menteri Pendidikan Hamad Al-Asheikh mengatakan, siswa yang belum menyempurnakan dosis vaksin tidak akan diizinkan menghadiri pelajaran tatap muka, dan pendaftaran mereka akan ditangguhkan. 

“Siswa SMP dan SMA yang telah menyelesaikan dua dosis wajib mengikuti pendidikan di fasilitas pendidikan, dan yang tidak menyelesaikan vaksinasi dua dosis dianggap tidak hadir sampai vaksinasi dua dosis selesai,” ujarnya yang dikutip di Arab News, Senin (23/8).

“Kami mendesak putra dan putri kami, orang tua, guru, dan anggota lembaga pendidikan mereka untuk berhati-hati dan mengambil inisiatif untuk melakukan vaksinasi.”

 

 

 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA