Wednesday, 13 Jumadil Awwal 1444 / 07 December 2022

Bagian Tubuh yang Rentan Cedera Saat Olahraga

Rabu 25 Aug 2021 16:53 WIB

Rep: Desy Susilawati/ Red: Qommarria Rostanti

Bagian tubuh yang rentan cedera saat berolahraga (ilustrasi)

Bagian tubuh yang rentan cedera saat berolahraga (ilustrasi)

Foto: www.freepik.com.
Olahraga yang tepat adalah yang sesuai dengan kondisi tubuh Anda.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Saat berolahraga, terdapat bagian-bagian tubuh yang dapat berpotensi mengalami cedera. Bagian tubuh yang dimaksud di antaranya bagian tulang seperti patah tulang dan tulang yang retak (biasanya disebabkan oleh overuse pada pelari atau penari balet). 

Selain tulang, cedera juga dapat terjadi pada bagian otot di mana terdapat risiko putusnya otot dan memar pada otot. Dokter Spesialis Ortopedi dan Traumatologi, Konsultan Sport Injury & Arthroscopy Primaya Hospital Bekasi Timur, dr Evan, M.Kes, Sp.OT(K), FICS, mengatakan cedera juga dapat terjadi pada bagian ligamen (jaringan yang menghubungkan satu tulang dengan tulang lainnya) dan pada bagian tendon (jaringan tebal yang berfungsi menempelkan otot ke tulang).

Lalu cedera apa saja yang harus diperiksakan langsung di rumah sakit bersama dokter? Menurut Evan, semua jenis cedera harus diperiksakan ke dokter karena banyak jenis cedera yang dianggap biasa saja namun di kemudian hari akan menimbulkan masalah yang serius untuk anggota tubuh. Dalam proses penyembuhan, biasanya para dokter akan melakukan tindakan anamnesa (menggali dan mendengarkan mekanisme cedera pada pasien), melakukan pemeriksaan fisik, melakukan pemeriksaan tambahan (MRI, rontgen, atau USG musculoskeletal), serta melakukan assessment lainnya yang dibutuhkan. 

Jika kasus cedera yang terjadi tidak memerlukan operasi, maka dokter akan membuatkan program fisioterapi dan program olahraga (stretching dan strengthening) yang tepat untuk jenis cedera tersebut.

Jika diperlukan operasi, pasien dapat ditindaklanjuti dengan tindakan operasi yang didukung oleh peralatan terkini seperti Arthroscopy yang merupakan alat untuk melakukan tindakan pembedahan minimal invasif ke seluruh sendi. Pembedahan minimal invasif adalah tindakan operasi dengan luka sayatan yang sangat minimal (biasanya kurang darisatu sentimeter) yang memiliki banyak kelebihan seperti nyeri dan komplikasi yang minimal serta pasien dapat cepat kembali bergerak setelah operasi.

Evan mengatakan, cedera olahraga dapat dikatakan sembuh tergantung pada bagian tubuh yang mengalami cedera. Jika terjadi cedera pada tulang, maka pemulihan dapat dilakukan dalam waktu enam bulan hingga satu tahun. "Jika cedera terjadi pada otot atau ligamen, maka pemulihan dapat terjadi kurang lebih enam pekan,” ujarnya.

Pada dasarnya, olahraga-olahraga yang dapat berpotensi besar menghasilkan cedera adalah olahraga yang membutuhkan pergerakan besar seperti basket, sepak bola, atau voli. “Anda dapat memilih olahraga yang low impact terhadap cedera seperti jalan kaki, berenang, yoga, atau e-sport,” ujarnya.

Olahraga yang tepat adalah olahraga yang sesuai dengan kondisi tubuh Anda. Untuk mencegah terjadinya cedera ketika berolahraga, Anda dapat melakukan istirahat dan pemanasan yang cukup sebelum berolahraga. Jangan lupa menggunakan alat olahraga yang sesuai dan  ukur kemampuan tubuh. Pasalnya, anatomi tubuh satu orang berbeda dengan orang lain, serta pilih lingkungan yang tepat dan baik pada saat berolahraga.

“Lakukan pola olahraga yang konstan tidak berubah-ubah misalnya latihan kardio sepekan dua kali, strength exercise dua kali sepekan, dan pola olahraga tersebut dilakukan rutin sampai bertahun-tahun,” ujarnya.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA