Selasa 24 Aug 2021 22:37 WIB

Kementerian BUMN Apresiasi Pertumbuhan BRI

Stafsus BUMN menyebut pertumbuhan BRI hasil transformasi digital

Rep: Muhammad Nursyamsi/ Red: Ichsan Emrald Alamsyah
Staf Khusus Menteri BUMN, Arya Sinulingga. Arya Sinulingga menyebut pencapaian BRI yang mampu membukukan laba bersih sebesar Rp 12,54 triliun pada semester satu 2021 atau tumbuh 22,94 persen dibandingkan periode sama tahun sebelumnya yang sebesar Rp 10,20 triliun merupakan langkah yang sangat baik.
Foto: Kementerian BUMN
Staf Khusus Menteri BUMN, Arya Sinulingga. Arya Sinulingga menyebut pencapaian BRI yang mampu membukukan laba bersih sebesar Rp 12,54 triliun pada semester satu 2021 atau tumbuh 22,94 persen dibandingkan periode sama tahun sebelumnya yang sebesar Rp 10,20 triliun merupakan langkah yang sangat baik.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) mengapresiasi pertumbuhan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) atau BRI pada semester I 2021. Staf Khusus Menteri BUMN Arya Sinulingga menyebut pencapaian BRI yang mampu membukukan laba bersih sebesar Rp 12,54 triliun pada semester satu 2021 atau tumbuh 22,94 persen dibandingkan periode sama tahun sebelumnya yang sebesar Rp 10,20 triliun merupakan langkah yang sangat baik. 

"Ini adalah hasil dari transformasi digital yang dilakukan BRI," ujar Arya pada Selasa (24/8).

Arya menyebut transformasi digital merupakan hal penting bagi BRI dalam menghadapi tantangan pandemi. Menurut Arya, BRI berhasil mengantisipasi kondisi pandemi dengan melakukan digitalisasi terhadap sejumlah layanan.

Hal ini, ucap Arya, yang mendasari pertumbuhan tinggi BRI dalam pemakaian layanan digital, seperti untuk kredit UMKM mikro dan sebagainya yang mengalami peningkatan hingga 106 persen dibanding sebelumnya dengan pemanfaatan digital. 

"Ini kemampuan transformasi digital BRI. Orang melihat BRI ini bank rakyat untuk hal-hal yang kecil, tapi ternyata mereka juga bisa mengantisipasi dan masyarakat juga bisa menikmati layanan digital ini," ungkap Arya.

Arya mengaku tidak kaget dengan pencapaian transformasi digital BRI yang menawarkan kredit melalui digital. Arya mengatakan keberhasilan BRI tak hanya berasal dari aspek transformasi digital, melainkan juga penerapan core values Akhlak yang ditetapkan Kementerian BUMN sejak 2020. 

Arya mengatakan karyawan BRI terbukti tetap mempertahankan kualitas pekerjaan meski melakukannya dari rumah atau work from home.

"Kami apresiasi betul karena dengan begini maka UMKM kita akan semakin banyak terbantu, apalagi lebih dari 80 persen kredit yang disalurkan BRI atau sekitar Rp 920 triliun itu benar-benar 80 persen untuk UMKM," kata Arya menambahkan.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement