Selasa 24 Aug 2021 16:05 WIB

Pemprov Jatim Persilakan Daerah Gelar PTM

Sudah ada instruksi Gubernur Jatim bahwasannya izin PTM diberikan.

Rep: Dadang Kurnia/ Red: Mas Alamil Huda
Sejumlah pelajar Sekolah Menengah Pertama (SMP) antre untuk mendapatkan suntikan vaksin COVID-19 di Taman Sekartaji, Kota Kediri, Jawa Timur, Senin (16/8/2021). Pemkot Kediri menggelar vaksinasi COVID-19 dosis pertama secara massal bagi pelajar SMP guna mewujudkan kekebalan kelompok sebagai persiapan pelaksanaan pembelajaran tatap muka.
Foto: Antara/Prasetia Fauzani
Sejumlah pelajar Sekolah Menengah Pertama (SMP) antre untuk mendapatkan suntikan vaksin COVID-19 di Taman Sekartaji, Kota Kediri, Jawa Timur, Senin (16/8/2021). Pemkot Kediri menggelar vaksinasi COVID-19 dosis pertama secara massal bagi pelajar SMP guna mewujudkan kekebalan kelompok sebagai persiapan pelaksanaan pembelajaran tatap muka.

REPUBLIKA.CO.ID, SURABAYA -- Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur, Wahid Wahyudi, mempersilakan SMA/SMK dan SLB di kabupaten/kota menggelar pembelajaran tatap muka (PTM) secara terbatas. Wahid menyatakan, pihaknya memperbolehkan digelarnya PTM lantaran sudah banyak daerah di Jatim yang sudah turun level terkait penularan Covid-19.

"Daerah yang masuk kategori level 1 2 3 silakan melakukan PTM terbatas," ujarnya, Selasa (24/8).

Meski demikian, Wahid mengingatkan, harus ada perbedaan dalam penerapan PTM di setiap level. Ia mencontohkan, untuk daerah yang masuk level 4, wajib belajar daring 100 persen. Kemudian level 3 dan 2 boleh PTM 50 persen. Khusus SLB, boleh 63-100 persen, sedangkan PAUD hanya 33 persen. 

"Sekolah boleh melakukan PTM dengan syarat warga sekolah sudah divaksinasi.  Guru dan tenaga pendidik rata-rata (sudah vaksin) di atas 80 persen. Siswa relatif lebih kecil," ujarnya.

Wahid menerangkan, sudah ada instruksi Gubernur Jatim bahwasannya izin PTM diberikan bagi warga sekolah yang minimal sudah vaksinasi Covid-19 dosis satu. Hal itu mengingat saat ini ketersediaan vaksin masih terbatas.

Wahid menyatakan, Khofifah sudah mengusulkan ke pusat agar Jatim dikirim vaksin Sinovac yang akan digunakan untuk siswa SMA/SMK. Harapannya, lanjut Wahid, apabila ada kiriman Vaksin Sinovac, siswa bisa menjadi prioritas. Sebab sekarang ini, data siswa yang telah tervaksinasi rata-rata baru 11 persen dari total 1,3 juta siswa. 

Sebelumnya, Juru Bicara Rumpun Kuratif Satgas Penanganan Covid-19 Jatim, dr Makhyan Jibril Al Farabi menyampaikan isi Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri) Nomor 35 Tahun 2021. Isinya, di Jatim ada 18 daerah yang masuk level 4, 18 daerah level 3, dan 2 daerah level 2. 

Level 2 yaitu Sampang dan Pamekasan. Level 3, Pasuruan, Pacitan, Sumenep, Probolinggo, Tuban, Jember, Bojonegoro, Situbondo, Bondowoso, Nganjuk, Kota Pasuruan,  Sidoarjo, Kota Surabaya, Kota Mojokerto, Mojokerto, Lamongan, Gresik dan Bangkalan. 

Adapun daerah yang masih masuk level 4 adalah Tulungagung, Madiun, Kota Malang, Kota Madiun, Kota Kediri, Kota Blitar, Kota Batu, Trenggalek, Malang, Ponorogo, Ngawi, Magetan, Probolinggo, Kediri, Jombang, Blitar, Banyuwangi, dan Lumajang.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement