Monday, 22 Syawwal 1443 / 23 May 2022

Atasi Kejahatan Digital, Indonesia Anti-Phishing Diresmikan

Senin 23 Aug 2021 13:24 WIB

Red: Hiru Muhammad

Meningkatnya kejahatan digital yang terjadi didunia digital dalam beberapa tahun terakhir telah mendorong upaya melindungi pengguna internet, khususnya konsumen yang menggunakan transaksi keuangan digital dari kejahatan keuangan digital seperti phishing.

Meningkatnya kejahatan digital yang terjadi didunia digital dalam beberapa tahun terakhir telah mendorong upaya melindungi pengguna internet, khususnya konsumen yang menggunakan transaksi keuangan digital dari kejahatan keuangan digital seperti phishing.

Foto: istimewa
Perlunya upaya pengamanan atas transaksi bisnis berbasis internet yang kian masif.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA--Meningkatnya kejahatan digital yang terjadi didunia digital dalam beberapa tahun terakhir telah mendorong upaya melindungi pengguna internet, khususnya konsumen yang menggunakan transaksi keuangan digital dari kejahatan keuangan digital seperti phishing. 

Ketua Pengelola Nama Domain Internet Indonesia (Pandi) Yudho Giri Sucahyo menilai pertumbuhan transaksi bisnis berbasis internet ataupin data yang semakin masif perlu meningkatkan kemananan dan ketahanan di internet dari serangan Phishing yang semakin banyak."Perlu upaya lebih serius untuk menangkal kejahatan digital seperti phishing ini,"kata Yudho disela webinar Langkah Kemajuan atas Ketahanan dan Kehadiran Digital Bangsa Indonesia dalam rangka Pandi Meeting 12, Sabtu (21/8). 

Untuk itu Pandi telah meresmikan Indonesia Anti-Phishing Data Exchange dan mengajak seluruh lapisan masyarakat Indonesia untuk memerangi Phishing. Phishing sendiri merupakan upaya penipuan yang ditujukan kepada seseorang. Pelaku berupaya memancing seseorang untuk memberikan data pribadinya seperti nama, alamat, nomor rekening, pasword dan lainnya tanpa disadari korban. 

Modus kejahatannya dilakukan pelaku yang mengaku berasal dari lembaga negara atau resmi. Informasi yang diberikan cukup beragam. Seperti transaksi yang mencurigakan yang terjadi pada akun korban, tawaran hadiah tertentu yang menggiurkan kepada korban dan lainnya. Setelah korban panik dan terkena tipu daya pelaku, data diperoleh, rekening korban dalam waktu cepat akan beralih ke tangan pelaku. 

Selain meresmikan Indonesia Anti-Phishing Data Exchange, Pandi juga merayakan keberhasilannya atas capaian menjadi juara di Asia Tenggara.  Keberhasilan Pandi menjadi domain nomor satu terbanyak di Asia Tenggara dan pertumbuhan tercepat di dunia merupakan kerja keras berbagai pihak untuk percepatan digitalisasi agar seluruh lapisan masyarakat merasakan manfaatnya. "Jumlah pengguna domain .id baru mencapai 35 persen atau posisi kedua dari jumlah domain yang ada di Indonesia, kedepannya kami mengajak pemangku kepentingan, swasta dan masyarakat menggunakan domain .id," kata Yudho.

Pandi Meeting 12 merupakan acara tahunan yang terdiri dari berbagai program menarik dan bermanfaat terkait dengan pengelolaan nama domain .id. Acara ini dihadiri berbagai pemangku kepentingan di ekosistem tata kelola internet di Indonesia seperti media, pemerintah, regulator, komunitas TIK, akademisi, industri, praktisi, mahasiswa serta publik.

 

 

 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA