Thursday, 13 Muharram 1444 / 11 August 2022

Wakaf Hijau Bisa Memitigasi Bencana

Ahad 22 Aug 2021 18:43 WIB

Rep: Rahayu Subekti/ Red: Gita Amanda

Anggota BWI Irfan Syauqi Beik menuturkan Wakaf Hijau dapat berkontribusi dalam perbaikan, khususnya menghadapi tantangan ancaman degradasi lingkungan.

Anggota BWI Irfan Syauqi Beik menuturkan Wakaf Hijau dapat berkontribusi dalam perbaikan, khususnya menghadapi tantangan ancaman degradasi lingkungan.

Foto: BNI Syariah
Wakaf Hijau dapat berkontribusi menghadapi tantangan ancaman degradasi lingkungan.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Badan Wakaf Indonesia (BWI) mengungkapkan terdapat potensi dari Wakaf Hijau untuk memitigasi bencana. Anggota BWI Irfan Syauqi Beik menuturkan Wakaf Hijau dapat berkontribusi dalam perbaikan, khususnya menghadapi tantangan ancaman degradasi lingkungan.

"Negara kita juga rentan berbagai bencana. Salah satunya mitigasi perbaikan kondisi lingkungan. Semoga wakaf bisa berkontribusi dalam hal itu," kata Irfan dalam acara launching Green Waqf secara virtual, Ahad (22/8).

Baca Juga

Irfan mengharapkan program wakaf hijau yang diusung Waqf Center for Indonesian Development and Studies (WaCIDS) segera melakukan pilot projects. Dia menuturkan, wakaf hijau berpotensi melahirkan inovasi yang memberikan manfaat ekonomis dan ekologis.

Untuk mendukung hal tersebut, dia memastikan BWI akan berupaya terus dalam mendorong penguatan sistem wakaf nasional. Hal tersebut dilakukan dengan mendorong inovasi di bidang perwakafan.

"Inovasi perwakafan sekaligus bisa berperan penting di dalam pembangunan nasional termasuk juga dalam konteks memastikan program yang dibangun itu bsa berkelanjutan," jelas Irfan.

Untuk itu, Irfan menyambut baik inovasi terkait wakaf hijau. Dia mengatakan, BWI berkepentingan untuk semaksimal mungkin memastikan wakaf hijau berjalan masif di Indonesia.

Terlebih, Irfan menilai, Indonesia memiliki potensi yang sangat besar. "Potensi ini besar baik dari sisi potensi wakaf, potensi cash wakaf kita mencapai Rp 180 triliun. Tapi yang juga penting di sisi lain willingness to donate masyarakat Indonesia luar biasa," ungkap Irfan.

Irfan juga meminta, narasi yang bisa mengoptimalkan semangat berbagi perlu didorong dan dikembangkan. Menurutnya, saat konsep wakaf hijau diperkenalkan dengan manajemen yang baik maka masyarakat akan memiliki ketertarikan berpartisipasi aktif.

Dia menambahkan, juga perlu berbagai kebijakan yang mendukung penguatan sektor perwakafan di Indonesia. "Ini penting dan mendasar dalam konteks wakaf hijau seperti kebijakan selaras dari kementerian terkait misalnya," ujar Irfan.

Irfan mengatakan, Kementerian ATR juga diharapkan dapat membantu proses sertifikasinya. Jika semua dapat disinergikan, Irfan menilai percepatan optimalisasi wakaf dapat dilakukan.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA