Jumat 20 Aug 2021 17:37 WIB

Pascakebakaran, Pasar Ciawi Tasikmalaya Mulai Dibersihkan

Pembangunan kios darurat sengaja dilakukan di lokasi bekas pasar yang terbakar

Rep: Bayu Adji P/ Red: Hiru Muhammad
Puing-puing sisa kebakaran yang melanda Pasar Ciawi Kabupaten Tasikmalaya mulai dibersihkan pada Jumat (20/8). Pembersihan itu dilakukan agar pembangunan pasar yang terbakar itu dapat segera berjalan, sehingga para pedagang bisa kembali berjualan.
Foto: istimewa
Puing-puing sisa kebakaran yang melanda Pasar Ciawi Kabupaten Tasikmalaya mulai dibersihkan pada Jumat (20/8). Pembersihan itu dilakukan agar pembangunan pasar yang terbakar itu dapat segera berjalan, sehingga para pedagang bisa kembali berjualan.

REPUBLIKA.CO.ID, TASIKMALAYA--Puing-puing sisa kebakaran yang melanda Pasar Ciawi Kabupaten Tasikmalaya mulai dibersihkan pada Jumat (20/8). Pembersihan itu dilakukan agar pembangunan pasar yang terbakar itu dapat segera berjalan, sehingga para pedagang bisa kembali berjualan.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Tasikmalaya, Nana Rukmana mengatakan, pascakebakaran yang terjadi di Pasar Ciawi pada Ahad (15/8), pihaknya telah menginstruksikan pengurus pasar untuk mengumpulkan para pedagang. Namun, baru pada Rabu (18/8) dilakukan musyawarah bersama para pedagang pasar yang terdampak kebakaran.  "Hari Rabu, kita rapat koordinasi. Dari hasil rapat itu, para pedagang ingin cepat kembali bisa berjualan," kata dia, saat dihubungi Republika, Jumat (20/8).

Ketika itu, area blok A Pasar Ciawi masih dipasangi garis polisi. Karenanya, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tasikmalaya harus lebih dulu berkoordinasi dengan Polres Tasikmalaya Kota untuk melakukan pembersihan puing-puing sisa kebakaran."Akhirnya baru hari ini dibuka dan kita bersihkan. Kita kerahkan personel untuk pembersihan, bersama aparat tentara, polisi, dan masyarakat," kata Nana.

Menurut dia, saat ini pihaknya sedang menyusun rencana agar para pedagang di Pasar Ciawi bisa kembali berjualan. Dalam waktu dekat, kios-kios yang terbakar akan dipasangi atap dan pintu (rolling door) oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang, Perumahan dan Permukiman,Kabupaten Tasikmalaya. Diharapkan, lokasi itu dapat segera digunakan kembali oleh para pedagang berjualan, meski dalam kondisi darurat. 

Ia menyebutkan, kebutuhan anggaran pembangunan kembali masih diperhitungkan oleh dinas terkait. "Nanti akan diusulan ke bupati agar direalisasikan melalui BTT, baru kita laksanakan pembangunan darurat. Yang penting atap dan pintu dulu, supaya para pedagang bisa kembali berjualan," kata dia. 

Nana menargetkan, pembangunan dapat dimulai pada bulan-bulan ini. Sebab, apabila pembangunan tak dilakukan secara cepat, justru akan timbul masalah baru. Apalagi, saat ini masih dalam masa pandemi Covid-19.

Ia menjelaskan, pembangunan kios darurat sengaja dilakukan di lokasi pasar terbakar. Sebab, para pedagang tak mau direlokasi. Para pedagang disebut tetap ingin berjualan di lokasi semula.

"Kalau relokasi juga dibutuhkan biaya lebih banyak, lalu juga tempatnya tidak memungkinkan. Di sana memang ada tempat, tapi digunakan untuk terminal. Kalau dijadikan pasar sementara malah jadi masalah lagi," ujar dia.

Nana menyebutkan, dari 70 kios yang ada di Pasar Ciawi, tak semuanya terdampak kebakaran. Menurut dia, kios-kios yang tak terdampak langsung sudah mulai berjualan. Namun, para pedagang diminta tak mengganggu lokssi yang masih diselidiki aparat kepolisian. Sebab, saat ini kepolisian masih melakukan penyelidikan.

Berdasarkan pendataan terkini, kebakaran itu menghanguskan setidaknya 34 kios dan 36 lapak milik pedagang kaki lima (PKL). Diperkirakan, total kerugian mencapai lebih dari Rp 4 miliar.

Sementara itu, Kapolres Tasikmalaya Kota, AKBP Aszhari Kurniawan mengatakan, pihaknya juga telah menerjunkan anggotanya untuk membantu proses membersihksn puing-puing sisa kebakaran. Harapannya, pasar itu bisa segera dibangun kembali. "Setidaknya diawali dengan gotong royong membersihksn puing-puing sisa kebakaran," kata dia.

Ihwal penyebab kebakaran, Kapolres mengatakan, pihaknya masih melakukan penyelidikan. Penyelidikan itu melibatkan Tim Inafis dari Polda Jabar.  "Dari situ, baru kita telusuri dugaan penyebab kebakaran tersebut," ujar dia.

 

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement