Friday, 28 Rabiul Akhir 1443 / 03 December 2021

Friday, 28 Rabiul Akhir 1443 / 03 December 2021

Ketika Anggota Tubuh Saling Ucapkan Salam Jelang Kematian

Jumat 20 Aug 2021 05:55 WIB

Rep: Andrian Saputra/ Red: Nashih Nashrullah

Anggota tubuh akan mampu berbicara kelak pada hari kiamat. Ilustrasi kematian

Anggota tubuh akan mampu berbicara kelak pada hari kiamat. Ilustrasi kematian

Foto: Antara/M Risyal Hidayat
Anggota tubuh akan mampu berbicara kelak pada hari kiamat

REPUBLIKA.CO.ID,— Tidak ada yang bisa mengelak dari kematian. Kendati pun seseorang bersembunyi di tempat paling aman di muka bumi, ketika ajalnya tiba orang tersebut pasti mati juga. 

Mengingat kematian sangat penting bagi setiap orang agar tidak lupa bahwa hidup di bumi tidak kekal. Akan ada alam lain yang menjadi tempat tinggal kekal dan balasan dari setiap amal yang dikerjakan. 

Baca Juga

Jika dipelajari, banyak hikmah yang bisa diambil oleh orang yang hidup ketika menyaksikan proses kematian pada seorang anak adam. Pada umumnya kita mendapati seseorang yang tengah menghadapi kematian  maka pada setiap bagian tubuhnya akan mengalami dingin perlahan. Umumnya ini terjadi pada bagian kaki dan terus naik ke atas. 

Sejatinya dalam banyak hadits, Rasulullah SAW telah menjelaskan tanda-tandanya orang yang akan mengalami mati, bahkan dijelaskan keadaan yang berbeda dialami antara seorang mukmin dan Kafir ketika menghadapi mati. 

Tapi dalam tulisan ini, akan dijelaskan tentang fenomena luar biasa yang terjadi pada setiap bagian tubuh ketika mati. Di mana setiap bagian tubuh akan saling mengucapkan salam perpisahan para bagian tubuh lainnya ketika ruh meninggalkan.

Hal ini sebagaimana keterangan Rasulullah SAW dalam wasiatnya kepada Ali bin Abi Thalib. Keterangan ini juga dapat ditemukan pada kitab Washiyat Al-Musthafa yang disusun Syekh Abdul Wahab bin Ahmad bin Ali bin Ahmad bin Ali bin Muhammad bin Musa Asy Syarani Al Anshari Asy Syafi'i Asy Syadzili Al Mishri atau dikenal sebagai Imam Asy Syaran.

يَا عَلِيُّ، إِذَا كَانَ الْإِنْسَانُ فِيْ سَكَرَاتِ الْمَوْتِ فَإِنَّ مَفَاصِلَهُ تُسَلِّمُ عَلَى بَعْضٍ تَقُوْلُ السَّلَامُ عَلَيْكَ فَإِنِّيْ مُتُّ وَكَذَا الشَّعْرَةُ الْبَيْضَاءُ عَلَى الشَّعْرَةِ السَّوْدَاءِ

“Wahai Ali, jika manusia itu sedang dalam sakaratul maut, maka persendian-persendiannya mengucapkan salam perpisahan kepada yang lainnya. Masing-masing mengucapkan: Salam untukmu, maka sesungguhnya aku mati," Demikian pula rambut yang putih memberikan salam kepada rambut yang hitam.        

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA