Friday, 14 Muharram 1444 / 12 August 2022

UNESCO Desak Perlindungan Budaya Afghanistan

Jumat 20 Aug 2021 04:59 WIB

Red: Dwi Murdaningsih

 Kelompok Taliban berada di Zona Hijau, tempat sebagian besar Kedubes berada di Afganistan. Kantor Kedubes tersebut sebagian besar sudah kosong setelah Taliban menguasai wilayah-wilayah Afganistan. Taliban menyebut sebagai pemenang perang yang sudah berjalan selama 20 tahun.

Kelompok Taliban berada di Zona Hijau, tempat sebagian besar Kedubes berada di Afganistan. Kantor Kedubes tersebut sebagian besar sudah kosong setelah Taliban menguasai wilayah-wilayah Afganistan. Taliban menyebut sebagai pemenang perang yang sudah berjalan selama 20 tahun.

Foto: EPA-EFE/STRINGER
Afghanistan adalah rumah bagi dua situs Warisan Dunia UNESCO.

REPUBLIKA.CO.ID, PARIS -- Badan Kebudayaan PBB (UNESCO) menyerukan perlindungan warisan budaya Afghanistan. Badan itu ingin memastikan lingkungan yang aman bagi para seniman, beberapa hari setelah Taliban berkuasa di Kabul.

Afghanistan adalah rumah bagi dua situs Warisan Dunia UNESCO, termasuk Lembah Bamiyan. Lembah Bamiyan adalah tempat Taliban meledakkan dua patung Buddha raksasa sebelum kelompok itu digulingkan dari kekuasaan pada 2001.

Baca Juga

"Di tengah peristiwa yang berlangsung dengan cepat, dan 20 tahun setelah penghancuran yang disengaja terhadap Bamiyan Buddha, sebuah situs Warisan Dunia, Direktur Jenderal UNESCO Audrey Azoulay menyerukan pelestarian warisan budaya Afghanistan," kata UNESCO dalam sebuah pernyataan, Kamis (19/8).

UNESCO mengatakan beragam warisan dan situs budaya Afghanistan merupakan bagian integral dari sejarah. Identitas Afghanistan dan penting bagi umat manusia secara keseluruhan.

"Sangat penting bagi masa depan Afghanistan untuk menjaga dan melestarikan tonggak bersejarah ini," kata UNESCO.

sumber : antara
Yuk koleksi buku bacaan berkualitas dari buku Republika ...
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA