Senin 16 Aug 2021 16:49 WIB

Peserta: JKN-KIS Buat Masa Pensiun Lebih Tenang

Ia tidak terlalu khawatir jika ada biaya pengobatan.

Kartu peserta BPJS Kesehatan.
Foto: BPJS Kesehatan
Kartu peserta BPJS Kesehatan.

REPUBLIKA.CO.ID, GORONTALO -- Salah seorang warga Gorontalo, Ardan Uli Uli (61) mengaku jika menjadi peserta program JKN-KIS BPJS Kesehatan membuatnya lebih tenang menjalani masa pensiun. Dikarenakan ia tidak terlalu khawatir jika ada biaya pengobatan.

Ardin Uli yang juga seorang Kakek yang sudah memiliki empat orang cucu di Gorontalo, Senin (16/8) mengatakan hal itu dikarenakan dirinya memiliki kartu JKN-KIS yang dapat digunakan ketika sakit. "Di usia pensiun ini saya gak terlalu was-waslah masalah kesehatan, toh sudah terdaftar di BPJS Kesehatan. Setiap merasa kondisi badan kurang sehat, langsung saya periksakan diri ke Puskemas atau rumah sakit," ucapnya.

Ia menjelaskan, pentingnya memiliki jaminan kesehatan sudah dipikirkan sejak jauh hari, menurutnya ini adalah bentuk antisipasi bagi dirinya yang akan memasuki usia pensiun pada waktu itu. Ardan mengaku saat memasuki usia penisun dirinya menderita serangan stroke ringan yang menimpa tubuhnya.

Hal tersebut lantas tidak terlalu membuat Ardin Uli merasa kesusahan, Ardin Uli memanfaatkan dirinya yang terdaftar sebagai peserta JKN-KIS untuk memanfaatkan pelayanan yang menjadi jaminannya untuk kesembuhan dirinya.

"Dulu saya sudah berfikir, kepesertaan JKN-KIS ini pasti saya akan sangat saya butuhkan sekali pas pensiun dan ternyata bener kan, sekarang pun saya terkena stroke ringan Alhamdulillah karena jadi peserta jadi ga pusing mikirin biaya berobat," ungkapnya.

Ia pun berterima kasih kepada Program JKN-KIS, hingga saat ini pun dirinya mendapatkan pelayanan kesehatan yang baik dari fasilitas kesehatan ketika menggunakan JKN-KIS untuk berobat. Ketenangan menjalani masa pensiunnya saat ini sangat terbantukan berkat Program JKN-KIS. "Alhamdulillah JKN-KIS ini saya sangat merasa terbantukan, pelayanan yang saya dapat juga baik," pungkasnya.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement