Thursday, 18 Rajab 1444 / 09 February 2023

Trik agar Konsumsi Gula per Hari tidak Berlebihan

Kamis 19 Aug 2021 09:30 WIB

Red: Nora Azizah

Konsumsi gula berlebihan bisa memicu depresi hingga kesehatan mental.

Konsumsi gula berlebihan bisa memicu depresi hingga kesehatan mental.

Foto: Piqsels
Konsumsi gula berlebihan bisa memicu depresi hingga kesehatan mental.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Satu studi pada tahun 2017 seperti dikutip dari Healthline, menemukan, konsumsi makanan tinggi gula dapat meningkatkan kemungkinan terjadinya gangguan suasana hati pada pria, dan gangguan serupa berulang baik pada pria maupun wanita. Selain itu, berbagai penelitian juga menemukan hubungan antara diet tinggi gula dan depresi. 

Konsumsi gula yang berlebihan memicu ketidakseimbangan bahan kimia otak tertentu. Ketidakseimbangan ini dapat menyebabkan depresi dan bahkan dalam jangka panjang bisa meningkatkan risiko mengembangkan gangguan kesehatan mental pada beberapa orang.

Baca Juga

Ada beberapa hal yang bisa Anda lakukan agar konsumsi gula tak berlebihan. Wakil Ketua Perhimpunan Dokter Gizi Klinik Indonesia Cabang Banten, dr Juwalita Surapsari, M.Gizi, SpGK, mengatakan, gula boleh ditambahkan ke dalam masakan karena jumlah yang Anda masukkan biasanya tidak akan berlebihan.

"Sebaiknya hindari produk-produk yang didalamnya terdapat gula tambahan. Misalnya, Anda ingin mengkonsumsi susu, maka waspadalah pada produk yang diberi flavored milk atau yogurt karena biasanya mengandung gula yang ditambahkan di luar laktosa. Bila Anda ingin minuman manis, sebaiknya carilah minuman yang berasal dari gula alami seperti sayur, buah dan susu," ujar Juwalita yang berpraktik di RS Pondok Indah-Pondok Indah, RS PELNI dan Prodia Health Care Bintaro dalam sebuah webinar, dikutip Kamis (19/8).

Baca juga : Apa yang Terjadi Bila Tubuh Kelebihan Gula?

"Atau bila ingin cake, jangan sampai ada minuman manis lagi di hari yang sama," lanjut Juwalita.

Anda bisa menjadikan jus buah dan sayur sebagai alternatif untuk bisa memenuhi kebutuhan mikronutrisi. Tetapi ini tak berarti menggantikan konsumsi kedua makanan ini dalam kondisi segar.

"Khusus untuk buah dan sayur, harus bisa mengombinasikan keduanya untuk mendapatkan serat, vitamin, antioksidan," tambahnya.

sumber : Antara
Yuk koleksi buku bacaan berkualitas dari buku Republika ...
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA