Saturday, 13 Rajab 1444 / 04 February 2023

Mungkinkah Covid-19 Menular Lewat Air Mata?

Kamis 19 Aug 2021 12:00 WIB

Rep: Adysha Citra Ramadani/ Red: Reiny Dwinanda

Hindari mengucek mata saat tangan kotor. Karena melalui mukosa pada mata, virus Covid-19 bisa masuk.

Hindari mengucek mata saat tangan kotor. Karena melalui mukosa pada mata, virus Covid-19 bisa masuk.

Foto: Republika/Desy Susilawati
Ada kemungkinan Covid-19 juga menular lewat cairan tubuh selain droplet.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Covid-19 merupakan penyakit pernapasan, yang artinya penularan utamanya terjadi melalui mucus (lendir) atau droplet yang keluar ketika batuk atau bersin. Akan tetapi, ada banyak pertanyaan yang muncul terkait kemungkinan penyebaran Covid-19 lewat cairan tubuh lain seperti keringat atau air mata.

Konsultan dan kepala perawatan kritis di SL Raheja Hospital di India, Dr Sanjith Saseedharan, menjelaskan air mata orang yang terinfeksi Covid-19 berpotensi untuk mentransmisikan virus. Pernyataan ini mengacu pada temuan dari studi terbaru yang dilakukan oleh Goverment Medical College, Amritsar.

Baca Juga

Studi ini berfokus pada evaluasi keberadaan virus Covid-19 di air mata pasien yang terkonfirmasi positif Covid-19, baik pada pasien dengan maupun tanpa manifestasi okular. Peneliti menemukan bahwa pasien Covid-19 dapat melepaskan virus melalui sekresi konjungtiva, meski tak ada keterlibatan okular.

"Tetapi, transmisinya hanya ditemukan pada 17,5 persen dari total sampel yang diteliti," pungkas Dr Saseedharan, seperti dikutip dari Indian Express, Rabu.

Berdasarkan temuan ini, Dr Saseedharan mengatakan orang yang terinfeksi Covid-19 bisa menularkan penyakit itu melalui air mata mereka. Penularan ini bisa terjadi dengan menyentuh air mata atau permukaan benda yang terpapar air mata.

"Anda juga bisa terinfeksi dengan menyentuh mata Anda setelah menyentuh sesuatu yang terkontaminasi virus (penyebab Covid-19)," lanjut Dr Saseedharan.

Karena ada potensi penularan melalui air mata, Dr Saseedharan mengatakan ada beberapa profesi yang mungkin menjadi lebih berisiko. Beberapa di antaranya adalah ahli kacamata, dokter spesialis mata, dan pekerja di bidang perawatan seperti salon hingga penyedia layanan kesehatan di rumah.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA