Rabu 18 Aug 2021 20:45 WIB

Tips Memilih Reksa Dana Saham

Reksa dana saham bisa menajdi salah satu altenatif instrumen investasi.

Ilustrasi Pertumbuhan Investasi
Foto: Pixabay
Ilustrasi Pertumbuhan Investasi

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- PT Manulife Aset Manajemen Indonesia (MAMI) membagikan kiat memilih reksa dana saham. Head of Investment Specialist PT Manulife Aset Manajemen Indonesia Freddy Tedja mengatakan perekonomian nasional kini tengah mendapatkan momentum setelah tumbuh positif pada kuartal II 2021 lalu.

"Di tengah potensi pertumbuhan perekonomian Indonesia yang positif, peluang investasi pada reksa dana saham dapat dimanfaatkan oleh masyarakat investor yang forward looking, mencermati risiko saat ini, namun pada saat yang sama juga menangkap peluang jangka panjang," kata dia.

Baca Juga

Perekonomian Indonesia akhirnya berhasil keluar dari resesi ekonomi dengan mencatatkan pertumbuhan positif 7,07 persen (yoy) pada kuartal kedua 2021. Pertumbuhan ekonomi Indonesia lebih tinggi dibandingkan sejumlah negara di Asia lainnya, seperti India (1,6 persen), Korea Selatan (5,69 persen) dan Jepang (minus 1,6 persen).

Menilik peluang potensi pemulihan ekonomi lebih lanjut di tengah program vaksinasi yang terus dipercepat, reksa dana saham dapat menjadi pilihan di periode yang sesuai sebagai entry point seperti saat ini, terutama bagi investor jangka panjang dan atau berprofil agresif. Freddy pun memberi sejumlah tips dalam memilih reksa dana saham.

Sesuaikan dengan tujuan investasi

Langkah awal yang harus dilakukan sebelum memilih reksa dana saham adalah memastikan kapan dana investasi ini akan dimanfaatkan. Berinvestasi di reksa dana saham memang menawarkan peluang pertumbuhan yang tinggi, namun juga memiliki tingkat volatilitas atau risiko naik-turunnya harga yang sangat tinggi.

"Jadi, silakan manfaatkan reksa dana saham untuk memenuhi tujuan keuangan dalam jangka waktu 10 tahun mendatang atau lebih, misalnya untuk persiapan pensiun," ujar Freddy.

Untuk investor dengan profil risiko moderat atau memiliki horizon investasi jangka menengah, lanjut Freddy, sedikit porsi reksa dana saham tetap bisa dimanfaatkan sebagai booster untuk menggenjot kinerja portofolio investasi secara keseluruhan. Misalkan 10 persen dari komposisi portofolio ditempatkan di reksa dana saham, maka sisanya bisa ditempatkan di investasi lainnya yang risikonya cenderung lebih rendah.

"Selanjutnya, pilih perusahaan Manajer Investasi atau MI yang terpercaya. MI memiliki peranan yang sangat penting dalam mengelola dana investasi para investor reksa dana. Oleh karena itu, kita harus mencari tahu rekam jejak MI yang akan mengelola dana kita.

 

sumber : antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement