Friday, 8 Jumadil Awwal 1444 / 02 December 2022

Wapres Afghanistan: Saya Presiden Sementara

Rabu 18 Aug 2021 19:16 WIB

Red: Teguh Firmansyah

Presiden Afghanistan Ashraf Ghani (kanan), duduk bersama Wakil Presiden Amrullah Salih, selama kunjungannya di Jalalabad, Afghanistan, 07 Januari 2021. Saleh mengeklaim saat ini sebagai presiden sementara.

Presiden Afghanistan Ashraf Ghani (kanan), duduk bersama Wakil Presiden Amrullah Salih, selama kunjungannya di Jalalabad, Afghanistan, 07 Januari 2021. Saleh mengeklaim saat ini sebagai presiden sementara.

Foto: EPA-EFE/GHULAMULLAH HABIBI
Saleh mengeklaim tidak akan tunduk dengan Taliban.

REPUBLIKA.CO.ID, KABUL -- Wakil Presiden Afghanistan Amrullah Saleh pada Selasa (17/8) mengatakan, dirinya masih berada di Afghanistan dan menjadi presiden sementara yang sah. Pengakuan itu disampaikan setelah Presiden Ashraf Ghani meninggalkan negara tersebut ketika kelompok Taliban merebut ibu kota Kabul.

Saleh mengatakan, dalam pertemuan keamanan yang dipimpin Ghani pekan lalu bahwa ia bangga pada pasukan bersenjata dan pemerintah akan melakukan segala upaya untuk memperkuat perlawanan terhadap Taliban.

Baca Juga

Namun, Afghanistan jatuh ke tangan Taliban dalam hitungan hari, bukan hitungan bulan yang diprediksikan oleh intelijen AS.Dalam sederet cicitan pada Selasa, Salah mengatakan bahwa "sia-sia" berdebat dengan Presiden AS Joe Biden yang telah memutuskan untuk menarik pasukan AS.

Ia meminta rakyat Afghanistan membuktikan bahwa Afghanistan bukan Vietnam dan Taliban bahkan tidak seperti Vietcong. Sebuah video warga Afghanistan yang putus asa dan berupaya naik ke pesawat militer AS saat hendak lepas landas mengingatkan kembali pada sebuah foto pada 1975, di mana orang-orang berusaha naik ke helikopter di Saigon ketika AS menarik pasukannya dari Vietnam.

Saleh menuturkan, tidak seperti AS dan NATO, ia tidak kehilangan semangat dan melihat peluang besar di depan. "Peringatan omong kosong sudah tamat, BERGABUNGLAH DALAM PERLAWANAN."

Saleh, yang keberadaannya tidak diketahui, menegaskan, ia tidak akan tunduk dalam keadaan apapun kepada "teroris Taliban".Menurutnya, ia tidak akan pernah berkhianat pada Ahmad Shah Massoud, pemimpin Aliansi Utara yang dibunuh oleh dua anggota Alqaidah sebelum serangan 11 September 2001 di AS.

sumber : Reuters/antara
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA