Thursday, 22 Rabiul Awwal 1443 / 28 October 2021

Thursday, 22 Rabiul Awwal 1443 / 28 October 2021

Puasa Asyura dan Keutamaannya

Rabu 18 Aug 2021 06:26 WIB

Rep: Rossi Handayani/ Red: Muhammad Hafil

Puasa Asyura dan Keutamaannya . Foto: Awal bulan baru kalender Hijriyah didasarkan pada pergerakan bulan. Ilustrasi

Puasa Asyura dan Keutamaannya . Foto: Awal bulan baru kalender Hijriyah didasarkan pada pergerakan bulan. Ilustrasi

Foto: .
Keutamaan puasa Asyura

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pada 10 Muharram yang bertepatan Kamis (19/8) umat islam dapat berpuasa Asyura untuk dapat menghapuskan dosa satu tahun lalu. Kemudian untuk menyelisihi ahli kitab, maka pada 9 Muharram, Rabu (18/8) umat dapat melakukan puasa Tasu'a terlebih dahulu, atau bisa dilakukan pada 11 Muharram Jumat (20/8) jika berhalangan.

Pendakwah lulusan Imam Muhammad bin Su’ud University, Ustadz Muhammad Nuzul Dzikri dalam akun video youtube resminya menjelaskan, para sahabat turut bersemangat puasa tanggal 10 Muharram. Sebagaimana dibawakan oleh Al-Aswad bin Yazid, beliau berkata: "Aku tidak pernah melihat seorang pun yang lebih semangat mengajak orang berpuasa di tanggal 10 Al-Muharram seperti semangatnya Ali bin abi Thalib dan Abu Musa al-Asyari sampai-sampai Abdullah bin Abbas Radhiyallahu Anhuma itu berpuasa Asyura, walaupun sedang safar".

"Bagi kita-kita yang punya schedule traveling, karena urusan kerjaan dan lain sebagainya, ini tidak menjadi halangan bagi kita untuk berpuasa pada tanggal 10 Al-Muharram, kecuali mungkin lagi sakit atau bisa membuat aktivitas safar kita bermasalah itu perkara lain," kata Ustadz Nuzul.

Ustadz melanjutkan, para ulama mengatakan Hukum serta kaidah berpuasa sunnah pada saat safar itu seperti hukum dan kaidah berpuasa wajib ketika safar, jadi tidak ada masalah. Nama-nama besar seperti Al-Imam Az-Zuhri, itu bahkan ketika safar, beliau berpuasa Asyura sedangkan ketika beliau safar di Ramadhan itu beliau berbuka dan meng-qodho-nya.

"Makanya hal itu menggelitik di banyak pihak, kenapa Imam Az-Zuhri rahimahullah seakan-akan lebih mementingkan puasa Asyura dibanding puasa  Ramadhan," kata Ustadz.

Ustadz melanjutkan, sebagaimana dibawakan Adz-Dzahabi dalam Syiar A'lamin Nubala. Lalu hal ini ditanyakan kepada Al-Imam Az-Zuhri, beliau berkata: "Adapun puasa Ramadhan kalau saya berbuka, beliau membawakan langsung redaksi firman Allah ﷻ dalam surat Al-Baqarah ayat 185, Allah berfirman 'Kalau Anda berbuka anda bisa ganti di waktu-waktu lain selain Ramadhan'. Adapun puasa Asyura kalau saya nggak puasa saya gak bisa menggantinya".

"Artinya, tidak ada ayat tentang itu. Berbeda dengan Ramadhan. Oleh karena itu hadirin sekalian yang dirahmati oleh Allah Subhanahu wa Ta'ala. Maksimalkanlah kebersamaan kita dengan tanggal 10 Al-Muharram dengan berpuasa sunnah Asyura dan ini menghapuskan dosa satu tahun ini," kata Ustadz.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA