Senin 16 Aug 2021 07:50 WIB

Polisi Periksa Dua Saksi Terkait Kebakaran Mampang

Polisi sudah memasang garis polisi di lokasi korban meninggal dunia akibat kebakaran.

Bendera kuning berkibar di lokasi kebakaran yang membuat satu keluarga meninggal dunia di Jalan Kemang Utara IX, Mampang Prapatan, Jakarta, Ahad (15/8). Kebakaran yang terjadi pada Ahad (15/8) dini hari itu diduga akibat korsleting listrik hingga menghanguskan 30 lapak pemulung dan rumah semi permanen serta tiga orang meninggal dunia. Republika/Putra M. Akbar
Foto: Republika/Putra M. Akbar
Bendera kuning berkibar di lokasi kebakaran yang membuat satu keluarga meninggal dunia di Jalan Kemang Utara IX, Mampang Prapatan, Jakarta, Ahad (15/8). Kebakaran yang terjadi pada Ahad (15/8) dini hari itu diduga akibat korsleting listrik hingga menghanguskan 30 lapak pemulung dan rumah semi permanen serta tiga orang meninggal dunia. Republika/Putra M. Akbar

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Polsek Mampang Prapatan Jakarta Selatan memeriksa dua orang saksi terkait kebakaran puluhan lapak pemulung di Jalan Kemang Utara IX, Kelurahan Bangka Mampang Prapatan yang terjadi pada Ahad (15/8) dini hari.

"Sementara ini masih dua orang, ini lagi cari informasi lagi, soalnya kan itu lapak pemulung," kata Kepala Unit Reskrim Polsek Mampang Inspektur Polisi Satu Supardi saat dikonfirmasi di Jakarta, Ahad.

Supardi menjelaskan saat ini sudah memasang garis polisi (police line) di lokasi korban meninggal dunia akibat peristiwa kebakaran tersebut. Sementara itu Kepala Seksi Pengendalian Kebakaran Sudin Gukalmart Jakarta Selatan Sugeng mengatakan ada 60 lebih lapak warga hangus terbakar.

"Diperkirakan 60 lapak, belum paten banget laporannya. Ada hunian warganya juga, ada lapak, soalnya banyak pendatang bangunan," kata dia.

Sebelumnya Kepala Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Kota Jakarta Selatan, Herbert Flider Lumban Gaol mengatakan penyebab kebakaran diduga akibat korsleting listrik.

Lebih lanjut Herbert mengatakan laporan kebakaran diterima sekitar pukul 03.18 WIB dini hari. Lantas sekitar pukul 04.52 WIB api sudah berhasil dilokalisir.

Untuk memadamkan kobaran api itu, kata Herbert, sebanyak 19 unit mobil pemadam kebakaran diterjunkan yang terdiri dari 13 unit pompa dan 6 unit pendukung untuk memadamkan api. “Untuk personel 95 Orang,” katanya.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement