Wednesday, 23 Jumadil Akhir 1443 / 26 January 2022

Wednesday, 23 Jumadil Akhir 1443 / 26 January 2022

Warga: Polisi Perintahkan Mural 404: Not Found Dihapus

Ahad 15 Aug 2021 15:23 WIB

Rep: Eva Rianti/ Red: Erik Purnama Putra

Seorang warga duduk di tembok, yang sebelumnya ada mural bergambar Presiden Jokowi bertuliskan 404: Not Found di bawah jembatan layang di Jalan Pembangunan 1, Kelurahan Batu Jaya, Kecamatan Batu Ceper, Kota Tangerang, Provinsi Banten, Ahad (15/8).

Seorang warga duduk di tembok, yang sebelumnya ada mural bergambar Presiden Jokowi bertuliskan 404: Not Found di bawah jembatan layang di Jalan Pembangunan 1, Kelurahan Batu Jaya, Kecamatan Batu Ceper, Kota Tangerang, Provinsi Banten, Ahad (15/8).

Foto: Republika/Eva Rianti
Mural 404: Not Found muncul sekitar akhir Juli atau awal Agustus 2021.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Mural bergambar muka Presiden Joko Widodo (Jokowi) di bertuliskan 404: Not Found kini telah hilang. Mural tersebut dibuat seseorang tembok bawah jembatan layang di Jalan Pembangunan 1, Kelurahan Batu Jaya, Kecamatan Batu Ceper, Kota Tangerang, Provinsi Banten.

Hingga kini, polisi masih belum menemukan sang pembuat mural. Adapun dua orang saksi sudah diperiksa.

Pantauan Republika di lokasi, mural bergambar Jokowi kini sudah ditutupi cat hitam. Pun dengan tembok sepanjang delapan meter dan tinggi sekitar 2,5 meter, tersebut kini semua dicat hitam.

Seorang warga yang bekerja tidak jauh dari lokasi bernama Sukarno (58 tahun), mengaku, menyadari adanya mural tersebut. Dia mengatakan, mural 404: Not Found muncul dua pekan lalu, tepatnya sekitar pada akhir Juli atau awal Agustus 2021.  

 

"Saya tahunya sekitar dua atau tiga mingguan yang lalu," tutur Sukarno kepada Republika di lokasi, Ahad.

 

Saat melihat gambar muka Jokowi bertuliskan 404: Not Found di dinding, Sukarno tidak mengetahui maksudnya pesan yang ingin disampaikan sang penggambar. Hanya saja, ia cukup mengagumi keindahan mural tersebut.

Dia menilai, pembuat gambar tersebut kemungkinan orang yang memang berbakat di bidangnya. "Gambar Jokowinya itu kok bagus saya lihat. Paling bagus (dibanding mural-mural lain di tembok). Kalau enggak ahlinya kayaknya enggak bisa gambar begitu," tutur Sukarno.

Hanya saja, ia benar-benar tidak mengetahui siapa sosok yang menggambar mural tersebut. Sukarno yang bekerja mulai pukul 07.00 hingga 21.00 WIB berpendapat, penggambar mural kemungkinan melakukan aktivitasnya pada malam hari, saat sedikit orang berlalu-lalang di jalan tersebut.

"Saya enggak tahu, enggak pernah lihat yang menggambar. Kemungkinan sih malam ya. Kalau siang mah ya kelihatan. Saya tiap hari bisa melihat ke arah tembok itu," tutur Sukarno.

Berdasarkan penuturannya, mural tersebut dihapus petugas pada Kamis (12/8). Dia melihat ada tim berseragam seperti Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dan polisi yang ditugaskan menghapus gambar tersebut dengan menggunakan cat pilox. Sehari berselang, ada pekerja yang ditugaskan untuk menghitamkan tembok.

"Terus dilanjutin mengecat warna hitam sama orang yang enggak tahu siapa. Terus ada lagi semuanya dihitamin temboknya, itu hari Jumat (13/8). Orangnya pakai celana pendek, saya tanyain, katanya disuruh polisi," jelas Sukarno.

Dikonfirmasi terpisah, Kapolsek Batu Ceper, AKP David Purba menegaskan, jajarannya terus mencari sang pembuat mural. Dia menyebut, gambar yang diciptakan seseorang itu di dinding termasuk melanggar hukum.

 

Saat ini, pihaknya sudah memeriksa dua orang saksi dalam kasus tersebut. "Dua saksi (yang telah diperiksa). Belum ada pelaku," ujarnya kepada wartawan di Kota Tangerang, Ahad.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA