Saturday, 5 Rabiul Awwal 1444 / 01 October 2022

Pengarsip Berita Awal Pernyebaran Corona di China Dibebaskan

Ahad 15 Aug 2021 06:04 WIB

Rep: Dwina Agustin/ Red: Dwi Murdaningsih

Petugas keamanan mencoba mencegah fotografer mengambil gambar Institut Virologi Wuhan (WIV), Wuhan, China, 27 January 2021. Sebuah laporan yang diperoleh Amerika Serikat menyebut bahwa kepala lab mengirimkan e-mail kepada stafnya berisi larangan membicarakan virus corona di muka publik.

Petugas keamanan mencoba mencegah fotografer mengambil gambar Institut Virologi Wuhan (WIV), Wuhan, China, 27 January 2021. Sebuah laporan yang diperoleh Amerika Serikat menyebut bahwa kepala lab mengirimkan e-mail kepada stafnya berisi larangan membicarakan virus corona di muka publik.

Foto: EPA
Dua orang ditangkap karena mengarsipkan berita penyebaran virus corona di China.

REPUBLIKA.CO.ID, BEIJING -- Pembuat kode komputer amatir China yang dipenjara setelah mengarsipkan artikel berita yang dihapus tentang wabah awal pandemi akan dibebaskan minggu depan. Sebanyak dua orang harus merasakan di balik jeruji besi selama lebih dari satu tahun di balik jeruji besi.

Kedua pria itu adalah Chen Mei dan Cai Wei. Menurut saudara laki-laki Chen, Chen Kun, mereka akan dibebaskan pada Ahad. Mereka dibawa pergi oleh polisi China pada April tahun lalu.

Baca Juga

Chen Kun mengatakan Pengadilan Rakyat Wenyuhe menjatuhkan hukuman satu tahun tiga bulan pada Jumat (13/8). Hukuman ini diberikan dengan tuduhan memulai pertengkaran dan menimbulkan masalah. Keduanya tidak berencana untuk mengajukan banding atas hukuman tersebut.

"Setelah saya mendengar berita itu, saya benar-benar merasa jauh lebih ringan. Selama setahun terakhir, setiap hari saya akan berpikir, 'Bagaimana saya melakukan sesuatu tentang situasi ini?'” kata Chen Kun,

Kedua pemuda itu merupakan teman ketika mereka sama-sama remaja. Mereka membangun sebuah arsip bernama Terminus2049 untuk menyimpan ratusan artikel tersensor yang telah dihapus dari internet China.

Mereka juga membangun forum agar orang bisa mendiskusikan isu-isu sensitif, termasuk protes anti-pemerintah di Hong Kong dan Partai Komunis yang berkuasa.Teman dan keluarga mengatakan, hal yang mungkin menarik perhatian pihak berwenang tampaknya adalah pekerjaan mereka dalam mengarsipkan artikel yang menunjukkan respons awal pandemi Cina setelah wabah awal di pusat kota Wuhan. 


Yuk koleksi buku bacaan berkualitas dari buku Republika ...
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA