Friday, 14 Muharram 1444 / 12 August 2022

Bagi Golkar Setiap Hari adalah Kampanye

Sabtu 14 Aug 2021 23:40 WIB

Rep: Nawir Arsyad Akbar/ Red: Indira Rezkisari

Politikus Partai Golkar Emanuel Melkiades Laka Lena.

Politikus Partai Golkar Emanuel Melkiades Laka Lena.

Foto: Istimewa
Pandemi dipandang Golkar sebagai panggilan politik untuk bekerja.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Politikus Partai Golkar yang merupakan Wakil Ketua Komisi IX DPR Emanuel Melkiades Laka Lena mengatakan, seluruh kader partai yang menempati posisi di eksekutif dan legislatif setiap harinya harus bekerja untuk rakyat. Dari kerja tersebut, ia menilai bahwa hal tersebut merupakan bagian dari kampanye terhadap masing-masing orang.

"Setiap hari adalah kampanye, jadi kami ini bukan calon yang akan besok maju, baik di DPR ataupun di pemerintahan. Tapi kami ini adalah orang yang sementara ditugaskan dan harus bekerja, dan bagi kami setiap hari adalah langkah kampanye kami," ujar Melki dalam sebuah diskusi daring, Sabtu (14/8).

Baca Juga

Menurutnya, kader partai yang memiliki posisi di eksekutif dan legislatif harus terus berbuat sesuatu untuk masyarakat. Khususnya di tengah pandemi Covid-19, baik lewat kebijakan ataupun bantuan.

"Baik itu memakai APBN, uang sendiri, atau jaringan kami untuk bantu masyarakat pada kondisi pandemi saat ini dan itu tanpa terkecuali. Saya lihat semua partai, semua politisi di negeri ini, di eksekutif, di legislatif melakukan hal yang sama," ujar Melki.

Pandemi Covid-19 saat ini, kata Melki, tak hanya dipandang sebagai panggilan politik saja, tetapi juga menjadi panggilan bagi mereka untuk bekerja. Para elite partai yang bekerja di pemerintahan pun tak dapat luput dari perhatian masyarakat.

"Misalnya Ibu Menaker (Menteri Ketenagakerjaan) Ibu Ida Fauziyah itu kan dari PKB, itu akan keliatan sekali kinerjanya itu. Pasti akan keliatan karena orang partai," ujar Melki.

Hal tersebut juga berlaku kepada Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto yang merupakan Menteri Koordinator Perekonomian. Sorotan masyarakat akan lebih berfokus pada jajaran kabinet yang merupakan elite atau kader partai.

"Tapi setiap partai itu kan punya keputusan-keputusan, punya cara-cara, punya metode tertentu dalam menjalankan kehidupan partai politik dia. Mau ada pandemi atau tidak ada pandemi, pasti partai politik punya metode tersendiri untuk memenangkan pertarungan politik," ujar Melki.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA