Jumat 13 Aug 2021 19:12 WIB

Afghanistan Memanas, Bagaimana Nasib WNI di Sana?

Kemlu memonitor perkembangan di Afghanistan termasuk berkomunikasi dengan KBRI

Rep: Kamran Dikarma/ Red: Christiyaningsih
 Warga Afghanistan melarikan diri dari pertempuran ketika personel keamanan Afghanistan berpatroli setelah mereka mengambil kembali kendali atas beberapa bagian kota Herat menyusul pertempuran antara Taliban dan pasukan keamanan Afghanistan, di pinggiran Herat, 640 kilometer (397 mil) barat Kabul, Afghanistan, Minggu, Agustus .8, 2021.
Foto: AP/Hamed Sarfarazi
Warga Afghanistan melarikan diri dari pertempuran ketika personel keamanan Afghanistan berpatroli setelah mereka mengambil kembali kendali atas beberapa bagian kota Herat menyusul pertempuran antara Taliban dan pasukan keamanan Afghanistan, di pinggiran Herat, 640 kilometer (397 mil) barat Kabul, Afghanistan, Minggu, Agustus .8, 2021.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Pemerintah Indonesia terus memantau perkembangan situasi di Afghanistan. Saat ini Taliban diketahui sudah menguasai setidaknya 10 ibu kota provinsi di negara tersebut.

“Kemlu (Kementerian Luar Negeri) terus memonitor perkembangan di Afghanistan, termasuk berkomunikasi secara intensif dengan tim KBRI (di Kabul),” kata juru bicara Kemlu Teuku Faizasyah saat diwawancara Republika, Jumat (13/8).

Baca Juga

Kendati demikian, Teuku belum dapat memberikan keterangan tentang adakah rencana mengevakuasi warga negara Indonesia (WNI) yang berada di Afganistan. “Belum ada yang bisa disampaikan saat ini,” ujarnya.

Menurut Teuku, terdapat enam WNI di negara tersebut sementara staf KBRI Kabul berjumlah 18 orang. Pejabat fungsional Direktorat Asia Selatan dan Tengah Kemlu, Wicaksono Budiman, memberi keterangan serupa dengan Teuku. Wicaksono adalah fungsional diplomat madya yang memantau perkembangan situasi Afghanistan secara reguler.

Dia mengungkapkan Kemlu memang terus memantau perkembangan di Afghanistan, termasuk berkomunikasi dengan KBRI Kabul. “Untuk para WNI, KBRI Kabul telah menyampaikan agar mereka menghindari tempat-tempat yang berbahaya, termasuk berkoordinasi dengan KBRI,” ucap Wicaksono saat diwawancara Republika.

Terkait perkembangan di Afghanistan, Republika juga berupaya menghubungi Duta Besar Indonesia untuk Afghanistan Arif Rahman. Namun, dia belum memberikan respons apa pun.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement