Kamis 12 Aug 2021 15:30 WIB

Bank BJB Duduki Peringkat Pertama Bank Go Public

Bank BJB mampu tumbuh di tengah pandemi karena adaptif dan agile.

Dirut Bank BJB Yuddy Renaldi.
Foto: Edi Yusuf/Republika
Dirut Bank BJB Yuddy Renaldi.

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG – Bank BJB kembali mencatatkan prestasi. Kali ini, Bank BJB berhasil meraih peringkat pertama dalam kategori Rating Bank Go Public dalam Rating 109 bank versi Infobank periode Desember 2019-2020. Data itu dirilis oleh Infobank pada Agustus 2021.

photo
 

Dalam kategori Bank Go Public tersebut, Bank BJB tercatat mendapat nilai total sebesar 94,02, dengan predikat ‘Sangat Bagus’. Bank BJB berada di peringkat pertama dari total 42 bank yang telah Go Public di Indonesia versi Infobank.

Adapun penilaian peringkat didasarkan pada sejumlah aspek. Bank BJB meraih persentase pada aspek yang terlibat sebesar 14,08 persen (total aset), 8.55 persen (modal inti), 13.16 persen (manajemen risiko),13.16 persen  (praktik Good Corporate Governance), 9.36 persen (permodalan), 18.91 persen (kualitas aset),15.00 persen (rentabilitas), 11.92 persen (likuiditas), dan 12.50 persen (efisiensi).

Dalam Rating Go Public tersebut, bank yang menempati peringkat lima besar pada urutan kedua dan seterusnya adalah PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), PT Bank Rakyat Indonesia Tnk (BBRI), PT Bank Mega Tbk (MEGA), PT OCBC NISP Tbk (NISP) dan PT Bank Mandiri Tbk (BMRI).

Predikat Bank Go Public terbaik berhasil diraih Bank BJB karena kinerja perusahaan yang terus tercatat tumbuh positif sepanjang 2020-2021, meski berada di masa pandemi Covid-19. Sepanjang 2020, Bank BJB mencatatkan laba bersih secara konsolidasi Rp 1,68 triliun, atau naik delapan persen dibandingkan 2019 senilai Rp 1,56 triliun.

Pencapaian laba itu berada di atas rata-rata industri perbankan yang mencatatkan laba terkontraksi 33 persen selama periode 2020. Total nilai aset yang dimiliki Bank BJB sepanjang 2020 juga tumbuh hingga mencapai 14,08 persen year on year menjadi Rp 140,93 triliun.

Pertumbuhan bisnis positif juga kembali diraih Bank BJB pada Triwulan II 2021, dengan laba perusahaan tumbuh 14,4 persen menjadi sebesar Rp 924 miliar. Pertumbuhan itu juga diikuti oleh peningkatan nilai aset perseroan yang tumbuh sebesar 20,0 persen yoy atau mencapai Rp 150,4 triliun.

Baca juga : Wapres: Digitalisasi Buat UMKM Tetap Bertahan Saat Pandemi

Sektor kredit yang merupakan ujung tombak utama perseroan dalam mendongkrak pendapatan tumbuh juga secara nett sebesar 6,7 persen yoy menjadi Rp 91,6 triliun. Kualitas kredit yang disalurkan turut terjaga dengan baik, dengan tingkat NPL hanya 1,34 persen. NPL Bank BJB itu terpaut cukup jauh di bawah rata-rata industri perbankan nasional yang pada posisi Mei 2021 di 3,35 persen.

Direktur Utama Bank BJB Yuddy Renaldi mengatakan, prestasi yang berhasil dicapai tersebut merupakan wujud nyata dari profesionalitas Bank BJB. Hal tersebut juga disokong oleh model bisnis perseroan yang resilien.

''Bank BJB merupakan perusahaan yang adaptif dan agile,’’ ujar Yuddy dalam siaran pers yang diterima Republika, Rabu (11/8). Bahkan, tegas dia, hingga posisi Juni 2021 kinerja Bank BJB terus tumbuh positif.

 

 

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement