Saturday, 15 Muharram 1444 / 13 August 2022

Menlu Israel Lakukan Kunjungan Perdana ke Maroko

Kamis 12 Aug 2021 12:36 WIB

Rep: Kamran Dikarma/ Red: Christiyaningsih

Menteri Luar Negeri Israel Yair Lapid melakukan kunjungan ke Maroko. Ilustrasi.

Menteri Luar Negeri Israel Yair Lapid melakukan kunjungan ke Maroko. Ilustrasi.

Foto: AP/DEBBIE HILL/Pool UPI
Menteri Luar Negeri Israel Yair Lapid melakukan kunjungan ke Maroko

REPUBLIKA.CO.ID, RABAT – Menteri Luar Negeri Israel Yair Lapid melakukan kunjungan ke Maroko pada Rabu (11/8). Itu merupakan lawatan perdana pejabat senior Israel sejak mereka melakukan normalisasi diplomatik dengan Rabat tahun lalu.

“Kami telah mendarat di Maroko. Bangga mewakili Israel selama kunjungan bersejarah ini,” kata Lapid lewat akun Twitter pribadinya saat ia dan delegasinya yang menumpang maskapai Israel, El Al, mendarat di Rabat, dikutip dari laman Al Arabiya.

Baca Juga

Dia diagendakan bertemu Menteri Luar Negeri Maroko Nasser Bourita. Sebelum pertemuan tersebut dilangsungkan, Lapid dan delegasinya bakal terlebih dulu mengunjungi kompleks pemakaman kerajaan tempat raja Hassan II dan Mohammed V dimakamkan.

Pada Kamis (12/8), Lapid dijadwalkan meresmikan kantor diplomatik Israel di Rabat. Setelah itu, dia akan mengunjungi sinagoge Beth-El di Kasablanka.

Maroko diketahui memiliki komunitas Yahudi terbesar di dunia Arab yakni sekitar 3.000 orang. Dulu Maroko menampung lebih banyak warga Yahudi. Saat ini, sekitar 700 ribu orang Yahudi keturunan Maroko tinggal di Israel.

Maroko melakukan normalisasi diplomatik dengan Israel tahun lalu. Ia menjadi negara Arab keempat yang mengambil langkah demikian. Sebelumnya Uni Emirat Arab (UEA), Bahrain, dan Sudan sudah terlebih dulu memilih memulihkan hubungan dengan Tel Aviv.

Sama dengan ketiga negara tersebut, pemerintahan mantan presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump juga berperan dalam proses normalisasi Maroko-Israel. Sebagai imbalan normalisasi dengan Tel Aviv, pemerintahan Trump mengakui kedaulatan Maroko atas wilayah Sahara Barat yang dipersengketakan.

Silakan akses epaper Republika di sini Epaper Republika ...
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA