Kamis 12 Aug 2021 11:23 WIB

Erick Thohir Minta PLN Setop Proyek Aneh-Aneh

Hal itu agar PLN bisa lebih efisien.

Rep: Intan Pratiwi/ Red: Fuji Pratiwi
Menteri BUMN Erick Thohir meninjau langsung fasilitas produksi oksigen di Pembangkit Listrik Tenaga Gas dan Uap (PLTGU) Muara Karang, Jakarta Utara, Kamis (12/8).
Foto: Dok. Kementerian BUMN
Menteri BUMN Erick Thohir meninjau langsung fasilitas produksi oksigen di Pembangkit Listrik Tenaga Gas dan Uap (PLTGU) Muara Karang, Jakarta Utara, Kamis (12/8).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri BUMN Erick Thohir meminta PLN terus menjaga kondisi keuangan perusahaan untuk tetap sehat. Salah satunya adalah penghematan belanja modal atau capital expenditure (capex).

Menurut Erick, salah satu cara agar PLN bisa bersaing ke kancah internasional adalah PLN harus efisien antara lain dengan menekan capex. "Enggak usah ada lagi proyek aneh-aneh," ujar Erick dalam konferensi pers, Kamis (12/8).

Baca Juga

Erick juga menjelaskan, saat ini PLN sudah bisa menekan capex hingga 24 persen. Namun, angka ini Erick rasa bisa lebih efisien lagi ke depan. Proyek-proyek utama yang perlu dijalankan PLN antara lain adalah proyek penugasan yang erat kaitannya dengan masyarakat.

Selain itu, di satu sisi PLN juga perlu melakukan refinaincing utang-utang yang saat ini totalnya sampai Rp 500 triliun. "Ini harus diubah ke tenor yang lebih panjang dan bunga yang lebih murah agar bisa menstabilkan kondisi keuangan PLN," ujar Erick.

Erick menjelaskan, saat ini salah satu program refinancing yang sudah dilakukan PLN mampu menghemat beban bunga pinjaman sampai Rp 30 triliun. Erick meminta PLN bisa lebih cermat lagi dan mencapai penghematan yang lebih besar.

Baca juga : Erick Thohir Tetapkan Direksi Baru Hotel Indonesia Natour

Erick menjelaskan, untuk mendukung PLN, pemerintah juga sudah memutuskan pembayaran kompensasi tak lagi butuh waktu lama. "Yang semula perlu waktu dua tahun, saat ini enam bulan sudah bisa cair ini kompensasi. Saya, Ibu Menkeu dan Pak Menteri ESDM sudah membahasa ini dan membuat keputusan ini," kata Erick.

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement