Rabu 11 Aug 2021 20:53 WIB

Barata Gandeng Treehouz Bangun Pabrik Biomassa di Indonesia

Kerja sama ini guna mendukung program co-firing sebagai energi alternatif.

Rep: Muhammad Nursyamsi/ Red: Fuji Pratiwi
Pellet biomassa berbahan dasar kayu (ilustrasi). PT Barata Indonesia (Persero) menggandeng perusahaan berbasis di Malaysia, Treehouz Asia, mengembangkan pellet biomassa.
Foto: ANTARA/Asprilla Dwi Adha
Pellet biomassa berbahan dasar kayu (ilustrasi). PT Barata Indonesia (Persero) menggandeng perusahaan berbasis di Malaysia, Treehouz Asia, mengembangkan pellet biomassa.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- PT Barata Indonesia (Persero) menggandeng perusahaan berbasis di Malaysia, Treehouz Asia, untuk menjalin kemitraan strategis pembangunan pabrik bahan bakar energi alternatif melalui pemanfaatan biomassa berbasis kayu dan limbah pengolahan kayu di Indonesia.

Kerja sama strategis ini dituangkan dalam penandatanganan nota kesepahaman (MoU) yang dilakukan Direktur Pemasaran Barata Indonesia Sulistyo Handoko dengan Managing Director Treehouz Asia Tan Eng Hau dan dilanjutkan dengan NDA antara Barata Indonesia dan Treehouz Asia yang dilakukan secara daring pada Rabu (10/8). 

Baca Juga

"Barata Indonesia terus berupaya melakukan ekspansi dan aliansi dalam rangka penguatan kompetensi dan merespon peluang bisnis baru di industri agro tanah air," ujar Sulis. 

Kata Sulis, perseroan menyambut baik peluang kerja sama pembangunan proyek biomassa dalam rangka mendukung program co-firing di Indonesia dan juga peningkatan produksi berbentuk pellet atau sawdust baik untuk kebutuhan dalam negeri maupun ekspor. 

Sulistyo menjelaskan pengalaman panjang Barata Indonesia dalam pembangunan pabrik agro Tanah Air beserta komponennya. Kata Sulistyo, Barata Indonesia sebagai BUMN manufaktur menaruh komitmen tinggi terhadap peningkatan kandungan lokal dalam setiap produk yang dihasilkan dan pembangunan proyek strategis nasional. 

Sulistyo menyebut hal ini diwujudkan melalui komitmen dalam menciptakan produk substitusi impor, pemanfaatan material lokal, dan penyediaan peluang tenaga kerja lokal yang diharapkan dapat mendongkrak produktivitas dan daya saing industri nasional. 

"Dukungan ini sekaligus merupakan upaya perseroan dalam mendorong program pemulihan ekonomi nasional," ungkap Sulis.

Managing Director Treehouz Asia Tan Eng Hau mengapresiasi kerja sama ini sebagai ekspansi pasar khususnya dalam pengembangan biomassa berbasis pellet atau sawdust plant projects di Indonesia. 

"Dengan berkah sumber daya alam yang melimpah di Indonesia, kami berharap Barata dan Treehouz dapat bersinergi memanfaatkan kompetensi masing-masing dalam menjalankan proyek pabrik wood, baggase pellet, atau sawdust baru maupun revitalisasi di Indonesia," ucap Tan.

Kata Tan, sebagai inisiasi awal atas kerja sama ini, Barata Indonesia dan TreeHouz akan membangun pabrik pellet yang berlokasi di Pahang Malaysia dengan kapasitas 40 TPH. Selain menjalin kerja sama di bidang biomassa tersebut, kedua perusahaan juga sepakat berkolaborasi dalam pengembangan co-firing dengan biomassa dalam rangka pengembangan energi alternatif untuk mendukung ketersediaan energi nasional yang bersih dan ramah lingkungan. 

"Peluang bisnis ini akan dikembangkan dengan menghadirkan keunggulan teknologi di bidang energi baru dan terbarukan (EBT) sebagai solusi energi masa depan," kata Tan menambahkan.

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement