Thursday, 18 Syawwal 1443 / 19 May 2022

Kasus Meninggal Covid-19 di Sumbar Lebih Banyak Laki-Laki

Rabu 11 Aug 2021 17:24 WIB

Rep: Febrian Fachri/ Red: Nora Azizah

Epidemiolog Sumbar ungkap kasus meninggal akibat Covid-19 didominasi laki-laki.

Epidemiolog Sumbar ungkap kasus meninggal akibat Covid-19 didominasi laki-laki.

Foto: ABDAN SYAKURA/REPUBLIKA
Epidemiolog Sumbar ungkap kasus meninggal akibat Covid-19 didominasi laki-laki.

REPUBLIKA.CO.ID, PADANG -- Epidemiolog Universitas Andalas, Defriman Djafri, mengatakan jumlah kematian akibat covid di Sumatra Barat lebih banyak dari jenis kelamin laki-laki ketimbang jenis kelamin perempuan. Defriman mengungkapkan, hasil analisis data yang dihimpun dari 25 Maret 2020 sampai 7 Juni 2021.

"Laki-laki lebih banyak yang meninggal dibandingkan perempuan, sedangkan

Baca Juga

kesembuhan sebaliknya," kata Defriman, di Padang, dikutip Rabu (11/8).

Dari dihimpun dari 25 Maret 2020 sampai 7 Juni 2021 tersebut, kasus konfirmasi positif covid sebanyak 46.005 orang, isolasi mandiri sebanyak 2.554 orang, isolasi terpusat atau di fasilitas pemerintah 215 orang dan tidak diketahui 344 orang.

Kemudian jumlah pasien yang sembuh, meninggal dunia dan dirawat sebanyak 42.902 orang. Dengan rincian dirawat 594 orang, meninggal dunia dan sembuh 42.308 orang.

Dari jumlah kasus tersebut, kasus kematian covid berjenis kelamin laki-laki sebanyak 563 orang atau 3 persen. Sementara yang berjenis kelamin perempuan sebanyak 462 orang. Sebaliknya jumlah pasien covid sembuh lebih banyak berjenis kelamin perempuan yakni sebanyak 22.911 orang atau 98,0 persen. Sedangkan kesembuhan laki-laki 18.372 orang atau 97,0 persen.

Defriman menyebut fenomena ini bisa dianalisis lebih lanjut dan butuh penelitian mendalam. Supaya mendapatkan jawaban kenapa jumlah kematian covid orang berjenis kelamin laki-laki lebih banyak dari perempuan dan tingkat kesembuhan pasien covid perempuan lebih banyak dari laki-laki.

Yuk koleksi buku bacaan berkualitas dari buku Republika ...
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA