Selasa 10 Aug 2021 15:50 WIB

Polandia Laporkan Kenaikan Imigran dari Arah Belarus

Polandia dan Lithuania hadapi lonjakan migrasi ilegal dalam beberapa pekan terakhir

Rep: Dwina Agustin/ Red: Christiyaningsih
 Seorang aktivis yang menyerukan perubahan politik di Belarus berbicara di Warsawa, Polandia, pada hari Minggu, 8 Agustus 2021. Ratusan orang, di antaranya banyak warga Belarusia yang tinggal di pengasingan di Polandia, berbaris di Warsawa pada hari Minggu untuk memprotes penindasan politik di Belarus, sebuah Perwujudan yang digelar pada malam satu tahun pemilihan presiden yang mereka anggap curian.
Foto: AP/Czarek Sokolowski
Seorang aktivis yang menyerukan perubahan politik di Belarus berbicara di Warsawa, Polandia, pada hari Minggu, 8 Agustus 2021. Ratusan orang, di antaranya banyak warga Belarusia yang tinggal di pengasingan di Polandia, berbaris di Warsawa pada hari Minggu untuk memprotes penindasan politik di Belarus, sebuah Perwujudan yang digelar pada malam satu tahun pemilihan presiden yang mereka anggap curian.

REPUBLIKA.CO.ID, WARSAW -- Penjaga Perbatasan melaporkan sejumlah besar migran telah melintasi perbatasan Polandia dengan Belarus sejak Jumat (6/8). Kondisi ini terjadi ketika dugaan bahwa Minsk menggunakan penyeberangan ilegal untuk menekan negara-negara Uni Eropa (UE).

Juru bicara Penjaga Perbatasan Anna Michalska mengatakan jumlah migran yang ditahan merupakan rekor. Kelompok terbesar yang terdiri dari 85 orang ditahan oleh petugas dari stasiun Kuznica pada Sabtu (7/8).

Baca Juga

Sedangkan penjaga Perbatasan Cabang Podlasie yang bekerja di perbatasan dengan Belarus menyatakan telah menahan 871 imigran gelap hanya tahun ini. Pada tahun 2020, penjaga perbatasan menahan 122 migran ilegal yang melintasi perbatasan Belarusia.

Penjaga Perbatasan Polandia mengatakan telah menahan 349 migran ilegal yang melintasi perbatasan Belarusia sejak Jumat. Menurutnya para migran itu mungkin dari Irak dan Afghanistan.

Polandia dan Lithuania telah mengalami lonjakan migrasi ilegal dalam beberapa pekan terakhir yang begitu parah sehingga negara-negara tersebut telah meminta bantuan UE. Parlemen di Vilnius merencanakan sesi luar biasa untuk membahas masalah tersebut pada Selasa (10/8). Sedangkan para menteri dalam negeri UE akan membahas masalah ini pada pertemuan luar biasa pada 18 Agustus.

Pihak berwenang di negara-negara tersebut menuduh Presiden Belarus Alexander Lukashenko menggunakan migran untuk menekan UE agar mencabut sanksi terhadap negara tersebut. Langkah ini juga diduga untuk membalas Polandia karena memberikan perlindungan kepada Krystsina Tsimanouskaya, seorang atlet Belarusia yang menolak pulang dari Olimpiade Tokyo.

Lukashenko mengatakan Belarus akan membalas ketika dihantam dan bahwa negara-negara barat tidak boleh menggunakan sanksi terhadap negara itu. "(Sanksi) dapat memiliki efek sebaliknya, yang ditunjukkan oleh realitas peristiwa hari ini di perbatasan Belarusia-Polandia, Belarusia-Ukraina, Belarusia-Lithuania, dan Belarusia-Latvia," katanya awal pekan ini.

sumber : Reuters
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement