Selasa 10 Aug 2021 10:05 WIB

IPB Kembali Gelar Vaksinasi, Kerja Sama dengan TNI AU

IPB University telah beberapa kali melakukan vaksinasi secara masal.

IPB University bekerja sama dengan TNI AU Lanud Atan Sendjaja menggelar vaksinasi masal, pada 6, 7 dan 10 Agustus 2021.
Foto: Dok IPB University
IPB University bekerja sama dengan TNI AU Lanud Atan Sendjaja menggelar vaksinasi masal, pada 6, 7 dan 10 Agustus 2021.

REPUBLIKA.CO.ID, BOGOR -- Sebagai upaya memutus mata rantai penyebaran Covid-19, IPB University terus berkomitmen membantu pemerintah dalam menyelenggarakan vaksinasi bagi masyarakat. IPB University juga terus mendorong warganya dan masyarakat luas untuk mengikuti vaksinasi.

Bekerja sama dan bersinergi dengan berbagai instansi atau lembaga, vaksinasi dilakukan sepanjang Maret 2021 hingga Agustus 2021 ini.  Kerja sama dan sinergi di antaranya dilakukan dengan pemerintah provinsi Jawa Barat, Pemerintah Kota dan Kabupaten Bogor, Himpunan Alumni (HA) IPB University, Kepolisian Republik Indonesia (Polri) dan Tentara Nasional Indonesia (TNI).

Khusus dengan TNI, kerja  sama dan sinergi telah dilakukan di antaranya pada 30 Juni 2021 lalu dimana Komando Distrik Militer (Kodim) Kota Bogor melaksanakan vaksinasi bagi masyarakat di antaranya mahasiswa IPB University, khususnya yang masih menetap di Bogor. Lebih dari 1.000  mahasiswa IPB University berkesempatan mendapatkan vaksinasi yang pelaksanaannya dilakukan di Pabaton, Bogor Tengah tersebut.

Sehari setelah IPB University selesai melaksanakan vaksinasi masal 5.000 dosis vaksin bekerjasama dg Mabes  Polri  tanggal  3 dan 4 Agustus 2021, pada tgl 6, 7, dan 10 Agustus 2021 IPB University kembali menggelar vaksinasi masal sebanyak 3.000 dosis vaksin bekerja  sama dengan TNI AU. Kegiatan itu  bertempat di Grha Widya Wisuda, Kampus IPB University Dramaga Bogor. 

Berkolaborasi dengan TNI Angkatan Udara Lanud   Atang Sendjaja, vaksinasi dilakukan selama tiga hari.  Kegiatan vaksinasi ini dikoordinasikan oleh Dr Sofyan Sjaf, wakil Kepala Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) bidang Pengabdian pada Masyarakat IPB University.

Sementara itu, Wakil Koordinator Vaksinasi IPB University, yg sekaligus pengendali medis kegiatan vaksinasi, dr Naufal Muharam Nurdin  MSi mengatakan, vaksinasi kali ini ditujukan bagi mahasiswa, dosen, tenaga kependidikan beserta keluarga perguruan tinggi se-Bogor Raya, serta masyarakat umum.

“Vaksinasi kali ini kita menyiapkan 3.000 dosis untuk tiga hari ke depan. Tanggal 6 dan 7 Agustus untuk mahasiswa, dosen, tenaga kependidikan beserta keluarga se-Bogor. Sementara di tanggal 10  Agustus untuk alumni dan masyarakat umum di Bogor,” sebut dr Naufal seperti dikutip dalam rilis yang diterima Republika.co.id, Senin (9/8).

Serbuan Vaksinasi itu memprioritaskan untuk dosis pertama. Artinya untuk masyarakat yang belum pernah melakukan vaksinasi. Adapun jenis vaksin yang diberikan adalah Sinovac. Dengan demikian, bagi yang mendapatkan dosis pertama di vaksinasi sekarang, maka dosis kedua akan dilakukan dalam 28 hari ke depan.

“Untuk yang ingin vaksinasi  dosis kedua, boleh juga. Tapi untuk kasus-kasus yang memang sudah lewat dari jadwal seharusnya. Jadi kalau misal sebelumnya sakit, dan tidak memungkinkan untuk vaksin, bisa datang ke sini dengan catatan jenis vaksin yang pertama juga Sinovac,” tutur dr Naufal.

Sementara itu, Mayor Kes  drg Gunawan Raharjo  Sp KG, koordinator Tim Vaksin Rumah Sakit dr  Hassan Toto, TNI AU-Lanud  Atang Sendjaja mengatakan, "Adalah tugas TNI AU untuk membina potensi dirgantara. Salah satunya mendorong percepatan vaksinasi di berbagai daerah. Hari ini kami menurunkan lima tim vaksinator. Tiga tim dari TNI AU Lanud  Atang Sanjaya, dua sisanya kombinasi dengan Klinik IPB University. Kami juga mendukung  tim di mini ICU, ambulans, dan tim pendukung lainnya,” kata Mayor Kes  drg Gunawan.

Selain kolaborasi dengan berbagai pihak, lanjut drg Gunawan, Rumah Sakit dr Hassan Toto TNI AU-Lanud  ATS juga menyelenggarakan vaksinasi mandiri. Bahkan angkanya bisa mencapai 12.000 dalam seminggu.  

Kolonel Penerbang Asep Wijaya, kepala Dinas Operasi TNI AU-Lanud  Atang Sendjaja  yang juga Ketua Pelaksana Kegiatan Serbuan Vaksinasi menyebut, kolaborasi dengan IPB University telah terjalin lama, sehingga program vaksinasi ini adalah bagian dari perjalanan kerja  sama itu.

“Kita diperitahkan untuk membantu Pemerintah Daerah Kota Bogor, untuk meningkatkan pelaksanaan vaksinasi. Makanya kita melaksanakan beberapa Serbuan Vaksinasi. Alhamdulillah vaksinasi di IPB University bisa terlaksana. Semoga ke depan kerja  sama ini bisa terus terjalin lebih baik lagi,” terangnya.

Ketua Crisis Centre COVID-19 IPB University yang juga Wakil Rektor Bidang Internasionalisasi, Kerjasama dan Hubungan Alumni IPB University, Prof Dodik Ridho Nurrochmat menyebut, vaksinasi merupakan hak dan kewajiban bagi setiap warga negara Indonesia, termasuk mahasiswa. "Di satu sisi, setiap warga negara punya hak menerima vaksin. Di sisi lain juga kewajiban. Vaksinasi ini merupakan upaya kolektif kita untuk bersama memutus mata rantai penyebaran virus. Pandemi ini akan berakhir kalau ada herd immunity. Dan vaksinasi adalah salah satu upaya untuk mewujudkan itu,” terangnya.

Seperti diketahui, jumlah kasus Covid-19 di Indonesia mengalami lonjakan yang signifikan dalam beberapa pekan terakhir. Oleh sebab itu, lanjut Prof Dodik, vaksinasi harus menjadi kesadaran kolektif. Dengan mengikuti vaksinasi, maka turut membantu menciptakan ketahanan bersama. 

Sebagai perguruan tinggi, IPB University telah beberapa kali melakukan vaksinasi secara masal. Sebelumnya dosen dan tenaga kependidikan telah lebih dulu mendapatkan vaksin. Ia juga berharap mahasiswa yang berada di kampung halaman, bisa secara aktif mengikuti vaksinasi yang tersedia di daerahnya.

Sebagai kontribusi dalam penanganan Covid-19, IPB University juga berupaya bersama dengan pemerintah menyediakan ruang isolasi di asrama kampus IPB Dramaga, serta dalam waktu dekat juga akan dibuka Rumah Sakit Lapangan IPB.  Saat ini IPB University bekerja sama dengan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) juga sedang mengembangkan Oxygen Consentrator Plant untuk skala Rumah Sakit dengan teknologi Zeolith berkualitas tinggi yang diproduksi sendiri oleh tim IPB-LIPI.  

Prof Dodik pun menekankan pentingnya kerja  sama dan koordinasi yang baik antarpihak.  “IPB University tentu punya tanggung jawab untuk berperan serta menghadapi persoalan ini. Sehingga dengan kondisi yang sangat sulit ini, kita bisa mengatasi bersama,” pungkasnya.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement