Sunday, 29 Safar 1444 / 25 September 2022

Ilmuwan Harvard Kembangkan Masker Pendeteksi Covid-19

Selasa 10 Aug 2021 07:53 WIB

Rep: Rahma Sulistya/ Red: Reiny Dwinanda

Masker pendeteksi Covid-19 yang dikembangkan oleh tim peneliti University of Harvard, Amerika Serikat.

Masker pendeteksi Covid-19 yang dikembangkan oleh tim peneliti University of Harvard, Amerika Serikat.

Foto: wyss institute at Harvard university
Demi privasi, indikator Covid-19 hanya akan terlihat di bagian dalam masker.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Para ilmuwan berhasil membuat masker dengan sensor yang akan berubah warna ketika virus terdeteksi dalam tubuh. Mereka mengklaim, masker ini akan seakurat tes laboratorium.

Hanya saja, dibutuhkan waktu agak lama untuk mendapatkan hasil, yakni hampir 90 menit. Ilmuwan University of Harvard, Dr Peter Nguyen, mengatakan, pihaknya telah menciutkan seluruh laboratorium diagnostik menjadi sensor kecil yang berfungsi dengan masker wajah apapun.

Baca Juga

"Sensornya menggabungkan akurasi tinggi tes polymerase chain reaction (PCR) dari segi kecepatan dan biaya lebih rendah daripada tes antigen," katanya.

Nguyen mengatakan, perubahan warna yang terlihat juga bisa memberi tahu kita kapan dan di mana kita tertular virus. Masker dibuat dengan enzim yang bereaksi terhadap bahan kimia dalam SARS-CoV-2, virus penyebab Covid-19.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA