Selasa 10 Aug 2021 00:45 WIB

Ridwan Kamil Luncurkan Sentra Vaksinasi Silih Tulungan

Stok vaksin yang kurang masih menjadi pekerjaan rumah Jabar untuk memvaksin 37 juta.

Rep: Arie Lukihardianti/ Red: Agus Yulianto
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil (kiri),  Direktur Utama BPJamsostek Anggoro Eko Cahyo (kanan) meninjau jalannya vaksinasi di Kawasan Industri Suryacipta, Karawang, Jawa Barat, Senin (9/8). Selama 15 hari dengan target per hari sebanyak 2.000 orang dengan total 20.910 dosis Vaksin Sinovac untuk para pekerja dan masyarakat di sekitar ini hingga 23 Agustus 2021 Foto: Tahta Aidilla/Republika
Foto: Tahta Aidilla/Republika
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil (kiri), Direktur Utama BPJamsostek Anggoro Eko Cahyo (kanan) meninjau jalannya vaksinasi di Kawasan Industri Suryacipta, Karawang, Jawa Barat, Senin (9/8). Selama 15 hari dengan target per hari sebanyak 2.000 orang dengan total 20.910 dosis Vaksin Sinovac untuk para pekerja dan masyarakat di sekitar ini hingga 23 Agustus 2021 Foto: Tahta Aidilla/Republika

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil meluncurkan program Sentra Vaksinasi Silih Tulungan di Kabupaten Karawang berkolaborasi dengan banyak stakeholders. Vaksinasi Silih Tulungan merupakan hasil kolaborasi antara Pemprov Jawa Barat, Pemkab Karawang, BPJS Ketenagakerjaan, serta para pengusaha dan pelaku industri Karawang.  

Dalam kegiatan ini, panitia menyediakan 20.910 dosis vaksin yang akan disuntikkan kepada 2.000 orang sebagai target per hari, dilakukan dalam dua tahap. Injeksi akan dilakukan hingga 23 Agustus 2021. 

"Jadi Vaksinasi Silih Tulungan ini luar biasa, jangan berhenti sampai hari ini," ujar Ridwan Kamil yang akrab disapa Emil saat meluncurkan program Vaksinasi Silih Tulungan di kawasan Industri Suryacipta, Karawang, Senin (9/8).

Menurut Emil, saat ini, stok vaksin yang kurang masih menjadi pekerjaan rumah Jabar untuk memvaksin 37 juta dari 50 juta jiwa populasi Jabar hingga Desember 2021. 

"Apa permasalahan sekarang? Kita harus mengejar vaksin. DKI Jakarta dan Jawa Barat dikasih vaksinnya sama 10-11 jutaan dan sudah  kami habiskan. Kalau dipresentasikan 10 juta dari 50 juta, kami dianggap kecil kecil. Padahal kami dikasihnya hanya segitu-gitunya," paparnya. 

Selain aktif meminta jatah vaksin ke Pemerintah Pusat, Emil mengaku sudah menyiapkan beberapa strategi, di antaranya menyediakan sentra-sentra vaksin di kabupaten/kota agar mudah diakses masyarakat. Sentra vaksin ini bekerja sama dengan pengusaha, pelaku industri hingga organisasi profesi. 

Kolaborasi, kata dia, harus ditempuh karena ketersediaan infrastruktur kesehatan pemda di Jabar sekitar 60 persen. Dengan bekerja sama dengan berbagai pihak, kekurangan 40 persen infrastruktur dapat ditambal.  

"Jabar karena teritorial yang bukan kota ada gunung ada desa yang sulit dicapai, maka inovasi yang terus kita lakukan. Satu sentra vaksinasi jangan berhenti 20.000,” katanya.

Strategi kedua, kata Emil, memanfaatkan Maskara (Mobil Aspirasi Kampung Juara) sebagai mobil vaksin untuk mempermudah masyarakat terutama dalam menjangkau lansia dan anak 12-18 tahun.  

Kemudian, kata dia, petugas puskesmas aktif jemput bola keliling desa untuk menyuntikan vaksin ke masyarakat. Sehingga lokasi penyuntikan vaksin ini tidak melulu dilakukan di puskesmas. 

"Petugas vaksinasi puskesmas keliling ke desa-desa. Sehingga warga-warga desa enggak usah jauh-jauh datang ke tempat kepala desanya. Kalau ini diimplementasikan saya yakin pasti terkejar," katanya.

Masih bagian strategi, awal Agustus 2021 Gubernur membentuk Divisi Khusus Percepatan Vaksinasi yang berada di bawah Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Jawa Barat. 

Menurut Ketua Harian Satgas Pemulihan dan Transformasi Ekonomi Jabar, Ipong Witono, mengatakan, untuk tahap pertama sentra vaksinasi Silih Tulungan akan diadakan di Kabupaten Karawang pada 9 Agustus 2021. Sentra vaksin Silih Tulungan selanjutnya akan hadir di beberapa Kota dan Kabupaten di Jawa Barat. Di antaranya di Kabupaten Subang, Kota Depok, dan Kabupaten Sukabumi. 

"Keempat daerah tersebut dipilih karena merupakan salah satu pusat pertumbuhan ekonomi Jabar," ujar Ipong kepada dalam siaran persnya, Senin (9/8).

Menurut Ipong, sentra vaksin Silih Tulungan di Kawasan Industri Surya Cipta terwujud berkat kolaborasi dengan berbagai pihak. Di antaranya, dukungan BPJS Ketenagakerjaan, Pemprov Jawa Barat, Satgas Penanggulangan Covid 19 Jawa Barat, Kodam III Siliwangi, Pemkab Karawang yang pelaksanaannya dimotori oleh APINDO Jawa Barat, Kadin Jawa Barat dan Hipmi Jawa Barat. 

Ipong mengatakan, Jawa Barat merupakan salah satu sentra pertumbuhan ekonomi nasional yang strategis. Pemulihan ekonomi Jawa Barat akan memberi dampak signifikan bagi pemulihan ekonomi nasional.

"Kawasan pertumbuhan ekonomi ini merupakan tulang punggung ekonomi Jabar. Salah satunya kawasan industri yang menyumbang 18 persen kontribusi ekspor nasional nonmigas oleh karena itu harus di proteksi dengan vaksinasi bagibpara pelaku ekonominya" katanya.

Ipong menjelaskan, sentra vaksinasi itu merupakan upaya proteksi di kawasan pertumbuhan ekonomi untuk meminimalisasi dampak sosial dan ekonomi dari pandemi Covid-19. 

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement