Tuesday, 18 Muharram 1444 / 16 August 2022

Hukum Puasa Asyura Saat Punya Utang Ramadhan

Senin 09 Aug 2021 13:09 WIB

Rep: Meiliza Laveda/ Red: Ani Nursalikah

Hukum Puasa Asyura Saat Punya Utang Ramadhan

Hukum Puasa Asyura Saat Punya Utang Ramadhan

Foto: Republika/Mardiah
Dalam hal ini ulama empat mazhab tidak dalam satu suara.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Tahun baru Hijriyah akan tiba yang dimulai dengan Muharram sebagai bulan pertama. Muharram merupakan salah satu bulan yang dimuliakan Allah. Dalam bulan ini, umat Islam bisa melakukan banyak ibadah, salah satunya puasa sunnah Asyura.

Namun, apakah dibolehkan menjalani puasa Asyura saat masih memiliki utang puasa Ramadhan? Peneliti Rumah Fiqih Indonesia Ustadz Ahmad Zarkasih mengatakan dalam bukunya Muharram Bukan Bulan Hijrahnya Nabi, dalam hal ini ulama empat mazhab tidak dalam satu suara.

Baca Juga

Pendapat pertama adalah pendapat mazhab al-Hanafiyah dan al-Syafi’iiyah. Mereka mengizinkan menjalankan puasa sunnah walaupun masih mempunyai utang puasa Ramadhan. Pendapat tersebut berdasarkan pada ibadah qadha’ Ramadhan hukumnya wajib tapi bersifat ‘ala al-tarakhi yang berarti boleh menunda.

Waktu qadha’ Ramadhan panjang, sejak masuk bulan Syawal sampai berakhirnya bulan Sya’ban sehingga kewajiban Ramadhan bukan kewajiban yang sifatnya ‘ala al-faur (bersegera), tapi boleh menunda karena waktunya panjang.

Dalam ilmu ushul fiqh, ini disebut wajib muwassa’, yaitu kewajiban yang waktunya panjang. Dalam syariah, wajib muwassa’ adalah kewajiban yang boleh ditinggalkan dengan syarat ada azam untuk melakukannya di kemudian hari sampai batas akhir waktunya.

 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA