Friday, 5 Rajab 1444 / 27 January 2023

Semua Penduduk UEA akan Terima Vaksin Covid-19 Booster

Ahad 08 Aug 2021 15:43 WIB

Rep: Rizky Jaramaya/ Red: Nur Aini

Vaksin Covid 19 (ilustrasi)

Vaksin Covid 19 (ilustrasi)

Foto: PxHere
Penduduk yang tidak berisiko tinggi akan menerima booster 6 bulan setelah dosis kedua

REPUBLIKA.CO.ID, ABU DHABI -- Penduduk Uni Emirat Arab (UEA) berkesempatan untuk mendapatkan suntikan vaksin Covid-19 penguat atau booster. Suntikan booster diberikan kepada penduduk UEA enam bulan setelah mereka menerima dosis kedua, dan tiga bulan untuk kelompok berisiko tinggi.

Otoritas Manajemen Darurat dan Bencana Nasional (NCEMA) mengatakan, suntikan booster dapat meningkatkan kekebalan terhadap virus corona. Individu yang tergolong berisiko tinggi termasuk mereka yang memiliki penyakit kronis, warga lanjut usia, dan wanita hamil. Penjabat CEO Layanan Terapi Eksternal, Noura al-Ghaithi, menyarankan, semua penduduk untuk divaksinasi.

Baca Juga

“Vaksin dapat mencegah infeksi, komplikasi dan rawat inap. Vaksinasi juga dapat mengurangi waktu rawat inap dan kebutuhan akan ventilator," ujar al-Ghaithi, dilansir Al-Arabiya, Ahad (8/8).

Al-Ghaithi juga menekankan pentingnya menerima pengobatan yang tepat untuk Covid-19, termasuk mengonsumsi obat antivirus sotrovimab. UEA adalah salah satu negara pertama yang mendapatkan obat, yang dianggap sebagai salah satu perawatan global paling sukses untuk Covid-19.

 
fnMw8rlitF0

“Obat ini bisa diresepkan untuk orang di atas 12 tahun. Ini sangat penting bagi orang-orang yang mungkin menghadapi komplikasi," ujar Al-Ghaithi.

Al-Ghaithi menjelaskan, pasien sembuh total hanya dalam 14 hari dan hanya 20 persen yang membutuhkan perawatan di rumah sakit karena mengkonsumsi obat sotrovimab. Sejauh ini, 13 ribu orang telah menerima obat tersebut. Dia mengatakan, untuk melanjutkan keberhasilan UEA dalam memerangi pandemi, masyarakat harus terus mengikuti protokol kesehatan termasuk menjaga jarak sosial dan memakai masker di depan umum.

Sebagian besar penduduk UEA telah divaksinasi. Sebanyak 79 persen penduduk telah menerima satu dosis vaksin. Sementara 70 persen penduduk  sudah mendapatkan dua dosis vaksin. Sejauh ini, vaksin yang tersedia di UEA termasuk Sinophram, Pfizer, Sputnik V Rusia, dan vaksin Oxford-AstraZeneca.

NCEMA juga mengumumkan persetujuan vaksin Sinopharm dari Cina untuk anak berusia tiga hingga 17 tahun. Sehingga, jumlah orang yang divaksinasi di UEA diperkirakan akan segera meningkat.

UEA melaporkan 1.548 kasus baru virus corona, termasuk 1.504 pemulihan dan empat kematian dalam 24 jam terakhir.  Menurut NCEMA, jumlah kematian akibat Covid-19 mencapai hampir 2.000 dan kasus aktif telah meningkat menjadi 20.802. 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA