Sabtu 07 Aug 2021 18:31 WIB

Pemkot Depok Kembali Distribusikan Sembako untuk Warga

Pemberian bantuan ini merupakan bagian dari program D'SabR (Depok Saba Rakyat)

Rep: Rusdy Nurdiansyah/ Red: Hiru Muhammad
Wakil Wali Kota Depok, Imam Budi Hartono terjun langsung dari rumah ke rumah atau door to door membagikan bantuan 100 paket sembako ke warga di Kelurahan Gandul dan Limo, Kecamatan Limo, Kota Depok, Sabtu (24/7).
Foto: Republika/Rusdy Nurdiansyah
Wakil Wali Kota Depok, Imam Budi Hartono terjun langsung dari rumah ke rumah atau door to door membagikan bantuan 100 paket sembako ke warga di Kelurahan Gandul dan Limo, Kecamatan Limo, Kota Depok, Sabtu (24/7).

REPUBLIKA.CO.ID, DEPOK--Wali Kota Depok Mohammad Idris kembali mendistribusikan bantuan sembako kepada warga terdampak pandemi Coronavirus (Covid-19). Bantuan kali ini menyasar warga di Kelurahan Sukmajaya, Kecamatan Sukmajaya, Kota Depok, Sabtu (7/8).

"Kami kembali salurkan bantuan sembako untuk warga terdampat Covid-19. Penyerahan bantuan dilakukan bersama Camat Sukmajaya dan unsur di wilayah," ujar Idirs usai menyerahkan bantuan RW 08 Kelurahan Sukmajaya, Kecmatan Sukmajaya, Kota Depok, Sabtu (7/8).

Menurut Idris, pihaknya sudah menyerahkan bantuan selama empat minggu. Pemberian bantuan ini merupakan bagian dari program D'SabR (Depok Saba Rakyat) yang tercantum dalam Surat Edaran (SE) Wali Kota Nomor 460/386-Ekonomi. "Adapun setiap paket sembako berisi beras, mie instan, produk UMKM dan lain sebagainya," terangnya.

Lanjut Idris, bantuan yang diserahkan tersebut bukan berasal dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD). Melainkan donatur dari ASN dan stakeholder terkait di Pemerintah Kota (Pemkot) Depok. "Kami bersama mengumpulkan dana. Lalu dari hasil tersebut dibelikan bantuan sembako untuk masyarakat terdampak Covid-19," terangnya.

Ia berharap, bantuan yang diberikan dapat bermanfaat untuk masyarakat. Serta menjadi upaya bersama agar pandemi Covid-19 ini bisa segera berakhir. "Harapan kita dengan pemberian bantuan ini, pandemi Covid-19 bisa segera berakhir," harap Idris.

 

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement