Pemkot Kediri Siapkan Vaksinasi Ketiga untuk Tenaga Medis

Red: Muhammad Fakhruddin

Pemkot Kediri Siapkan Vaksinasi Ketiga untuk Tenaga Medis (ilustrasi).
Pemkot Kediri Siapkan Vaksinasi Ketiga untuk Tenaga Medis (ilustrasi). | Foto: Antara/Nyoman Hendra Wibowo

REPUBLIKA.CO.ID,KEDIRI -- Pemerintah Kota Kediri, Jawa Timur menyiapkan vaksinasi dosis ketiga untuk tenaga medis dan tenaga penunjangnya sebagai upaya mengantisipasi penyebaran COVID-19.

"Ini lagi persiapan. Rencananya pekan depan paling lambat sudah mulai dosis ketiga," kata Kepala Dinas Kesehatan Kota Kediri dokter Fauzan Adima di Kediri, Jumat (6/8).

Ia mengatakan untuk dosis ketiga itu jenis yang dipakai adalah Moderna. Hal itu berbeda dengan dua vaksin sebelumnya. Menurut dia, Moderna ini fungsinya menambah kekebalan. Dosis pertama dan kedua itu ada yang menggunakan Sinovac ada yang AstraZeneca. Dua vaksin itu tergolong untuk melemahkan, sehingga untuk dosis ketiga menggunakan Moderna, yang fungsinya menambah kekebalan.

Untuk jumlah tenaga medis dan penunjangnya yang ikut vaksinasi di tahap pertama dan kedua di Kota Kediri sekitar 7.000 orang. Jumlah itu juga yang akan ikut vaksinasi. Selain tenaga medis juga penunjangnya seperti klinik hingga apotek.Fauzan menambahkan dari informasi yang diterima, vaksin Moderna ini juga ada KIPI yang bisa menyertainya, misalnya demam, mual, muntah. Namun, ia berharap hal itu tidak akan terjadi pada petugas medis di Kediri.

"Dari edaran yang KIPI itu demam, mual, muntah. Mudah-mudahan tidak," kata dia.

Sementara itu, terkait dengan jeda vaksinasi bagi petugas medis yang sebelumnya pernah terkonfirmasi positif COVID-19, Fauzan mengatakan tetap menunggu tiga bulan baru bisa dilakukan vaksinasi Moderna.

Sebelumnya, Wali Kota Kediri Abdullah Abu Bakar menyampaikan capaian vaksinasi COVID-19 di Kota Kediri sekitar 63 persen untuk dosis pertama dan 36 persen untuk dosis kedua. Hingga kini, pemerintah kota terus berupaya untuk mempercepat vaksinasi, dengan harapan kekebalan kelompok atau herd immunity secepatnya terealisasi.

Wali Kota mengakui jumlah vaksin saat ini masih belum tersedia penuh dan harus menunggu kiriman. Namun, dirinya berharap vaksin yang datang bisa lebih besar, sehingga semakin banyak warga yang bisa ikut vaksinasi.

Ia mengatakan ketersediaan vaksin masih minim dan pihaknya selalu minta ke provinsi agar vaksinnya segera datang. "Kemarin kami bisa vaksin 1.000, namun target dinaikkan menjadi 2.500 orang dan dinaikkan lagi menjadi 7.500 orang. Kami langsung kerja sama dengan perguruan tinggi ilmu kesehatan. Kami berharap vaksin datang dalam jumlah yang banyak, sehingga bisa segera memvaksin setiap hari," kata Mas Abu, sapaan akrabnya.

Di Kota Kediri, hingga Kamis (5/8) terdapat 3.041 orang yang terkonfirmasi positif COVID-19. Ada 688 orang yang masih dirawat, 2.096 orang telah sembuh dan 257 orang meninggal dunia.

Terkait


WHO Minta Negara Kaya Moratorium Vaksin Booster

Gedung RSDC Wisma Atlet Kemayoran Dilapisi Cat Anti-Mikroba

Menkes: Vaksin Booster Hanya untuk Tenaga Kesehatan

Dinkes Kediri: Stok Vaksin Covid-19 Hanya untuk Dosis Kedua

Vaksin Ketiga Diprioritaskan untuk Nakes

Republika Digital Ecosystem

Kontak Info

Republika Perwakilan DIY, Jawa Tengah & Jawa Timur. Jalan Perahu nomor 4 Kotabaru, Yogyakarta

Phone: +6274566028 (redaksi), +6274544972 (iklan & sirkulasi) , +6274541582 (fax),+628133426333 (layanan pelanggan)

yogya@republika.co.id

Ikuti

× Image
Light Dark