Jumat 06 Aug 2021 19:19 WIB

Rahasia di Balik Tradisi Medali Olimpiade Angkat Besi

Angkat besi menjaga tradisi medali Olimpiade

Eko Yuli Irawan dari Indonesia berlaga di cabang olahraga angkat besi 61kg putra, pada Olimpiade Musim Panas 2020, Minggu, 25 Juli 2021, di Tokyo, Jepang.
Foto: AP/Luca Bruno
Eko Yuli Irawan dari Indonesia berlaga di cabang olahraga angkat besi 61kg putra, pada Olimpiade Musim Panas 2020, Minggu, 25 Juli 2021, di Tokyo, Jepang.

IHRAM.CO.ID, JAKARTA -- Kesuksesan angkat besi menjaga tradisi medali Olimpiade tak lepas dari program regenerasi atlet dan pemusatan latihan nasional berkesinambungan. Hal itu diungkap Ketua Umum Pengurus Besar Perkumpulan Angkat Besi Seluruh Indonesia (PB PABSI) Rosan P. Roeslani

Rosan mengungkapkan PB PABSI lebih mengutamakan pembinaan atlet muda. Lifter yang saat ini menghuni pelatnas pun telah tergabung sejak 2018 termasuk Windy Cantika Aisyah dan Rahmat Erwin Abdullah yang masing-masing meraih perunggu Olimpiade Tokyo.

Baca Juga

"Regenerasi sudah kami pikirkan dari jauh-jauh hari. Justru dua penyumbang perunggu kita adalah atlet junior, Windy baru 19 tahun dan Rahmat bentar lagi 20 tahun. Dalam pertandingan nama mereka tertulis 'J' yang berarti junior," kata Rosan dalam konferensi pers bersama peraih medali Olimpiade Tokyo, Jumat (6/8).

Rosan yang juga Chef de Mission (CdM) Kontingen Indonesia untuk Olimpiade Tokyo mengungkapkan PABSI saat ini memiliki 16 atlet yang menghuni pelatnasyang 13 di antaranyalifter junior.

"Pelatnas angkat besi berkesinambungan jadi tidak berhenti. Atlet seniornya hanya tiga termasuk Eko Yuli Irawan. Selebihnya adalah junior," ujar Rosan.

 

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement