Tuesday, 23 Syawwal 1443 / 24 May 2022

Kerap Senyum Saat Bertanding, Greysia Terinspirasi Gao Ling

Jumat 06 Aug 2021 17:05 WIB

Rep: Fitrianto/ Red: Bilal Ramadhan

Greysia Polii (kiri) dan Apriyani Rahayu, peraih emas bulu tangkis ganda putri Indonesia di Olimpiade Tokyo 2020.

Greysia Polii (kiri) dan Apriyani Rahayu, peraih emas bulu tangkis ganda putri Indonesia di Olimpiade Tokyo 2020.

Foto: DOK REPUBLIKA
Senyuman saat bertanding juga berimbas kepada Apriyani yang kemudian menjadi rileks.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Senyum dan keceriaan tak pernah lepas dari wajah pasangan ganda putri Greysia Polii/Apriyani Rahayu dalam setiap laga Olimpiade Tokyo 2020. Senyuman Greysia tak lepas dari inspirasi dari legenda bulu tangkis putri Cina, Gao Ling.

Salah satu pemain spesialis ganda tersukses negara tirai bambu itu adalah peraih medali Olimpiade terbanyak yang memang dikenal selalu tersenyum, baik saat ia menang ataupun kalah.

Gao Ling merupakan pemegang medali emas ganda campuran di Olimpiade 2000 dan 2004. Di ganda campuran, Gao Ling juga sukses menjadi Juara Dunia 2001. Tak hanya di ganda campuran, Gao Ling juga menjadi juara dunia di ganda putri pada 2001, 2003 dan 2005.

"Saya belajar dari salah satu pemain senior Cina, namanya Gao Ling. Mau mati (tidak mendapatkan poin), mau apa dia senyum terus. Saya berpikir ini orang kayak enggak ada beban hidupnya. Main kok enak banget, saya belajar dari dia," kata Greysia dalam konferensi pers virtual yang diadakan NOC Indonesia, Jumat (6/8).

Greysia merasakan banyak manfaat dari tersenyum di lapangan. Manfaat ini tak hanya dirasakan oleh Greysia tetapi juga Apriyani sebagai pasangan mainnya.

"Setalah saya found out, senyuman itu bukan cuma bisa boost diri kita sendiri dan rileks mukanya. Ternyata itu bisa terpancar ke partner sendiri, sehingga partner melihat temannya ini rileks tapi sebenarnya tegang. Tapi ini bisa membatu ketegangan kita, dengan senyuman," kata Greysia.

Menurutnya, lawan akan bingung dengan senyumnya tersebut. Saat melawan Gao Ling yang menikmati permainan, bahkan lawan akan bingung sendiri.

"Saya sudah perhatiin gimana caranya matiin tapi kok dia senyum-senyum ya? Saya pernah lawan Gao Ling dan sebel banget kok kayaknya enteng banget, kayak ngentengin saya, tapi memang dia jago. Saya enggak pernah mengalahkan dia. Itu salah satu yang saya ambil dari dia," lanjutnya.

Selain senyuman, gestur positif yang diperlihatkan kedua pasangan dimana momen di mana Apriyani selalu menyalami Greysia dan mencium tangan kakak seniornya tersebut.

"Itu tidak disengaja, karena kebiasaan saya sama siapapun, jadi terbawa ke lapangan. Seperti spontan, tidak direncanakan, itu bentuk rasa hormat saya kepada kak Ge (Greysia)," kata Apriyani.

Greysia/Apriyani memenangkan medali emas Olimpiade Tokyo 2020 setelah di babak final mengalahkan Chen Qing Chen/Jia Yi Fan (Cina), dengan skor 21-19, 21-15.

 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA